Kepala negosiator nuklir Korut bertandang ke Rusia
Selasa, 02 Juli 2013 - 21:08 WIB
Kepala negosiator nuklir Korut bertandang ke Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus kepala negosiator nuklir Korea Utara (Korut), Kim Kye-gwan melakukan kunjungan kenegaraan ke Ibu Kota Rusia, Moskow, Selasa (2/7/2013). Media Rusia, RIA Novosti melaporkan, setibanya di Moskow, Kye-gwan akan bertemu dengan Deputi Pertama Menteri Luar Negeri Vladimir Titov dan Wakil Menteri Luar Negeri Igor Morgulov.
Dalam kunjungan itu, Kye-gwan memimpin delegasi Korut dan akan membahas kemungkinan dimulainya kembali perundingan untuk mengakhiri program nuklir Korut.
Kye-gwan adalah tokoh kunci dalam perundingan nuklir Korut dengan kelompok enam (Rusia, Amerika Serikat, Cina, Korsel dan Jepang) yang dimulai sejak 2003 lalu.
Perundingan itu bertujuan membujuk Korut agar meninggalkan program pengembangan senjata atomnya, dengan imbalan bantuan dan jaminan keamanan. Namun, perundingan itu terhenti sejak Desember 2008 lalu.
Kunjungan itu terjadi setelah Korut mengajak Korsel dan AS melakukan perundingan setelah menyulut ketegangan dengan masyarakat internasional atas uji coba nuklir bawah tanahnya. Beberapa pihak menyikapi ajakan dialog Korut dengan hati-hati.
"Di balik inisatif perundingan itu, Korut berusaha menjelaskan posisinya kepada dunia, bahwa senjata nuklir tidak untuk dinegosiasikan dan saat ini Korut ingin dunia menerima kehadiran mereka sebagai sebuah negara nuklir," ungkap Yang Moo-jin, profesor Studi Korut di Universitas Seoul.
"Sementara tujuan perundingan Korut dengan AS sebenarnya adalah menghindari Seoul dan membuka pembicaraan langsung tentang pelucutan senjata dengan Washington," imbuh Moo-jin.
Dalam kunjungan itu, Kye-gwan memimpin delegasi Korut dan akan membahas kemungkinan dimulainya kembali perundingan untuk mengakhiri program nuklir Korut.
Kye-gwan adalah tokoh kunci dalam perundingan nuklir Korut dengan kelompok enam (Rusia, Amerika Serikat, Cina, Korsel dan Jepang) yang dimulai sejak 2003 lalu.
Perundingan itu bertujuan membujuk Korut agar meninggalkan program pengembangan senjata atomnya, dengan imbalan bantuan dan jaminan keamanan. Namun, perundingan itu terhenti sejak Desember 2008 lalu.
Kunjungan itu terjadi setelah Korut mengajak Korsel dan AS melakukan perundingan setelah menyulut ketegangan dengan masyarakat internasional atas uji coba nuklir bawah tanahnya. Beberapa pihak menyikapi ajakan dialog Korut dengan hati-hati.
"Di balik inisatif perundingan itu, Korut berusaha menjelaskan posisinya kepada dunia, bahwa senjata nuklir tidak untuk dinegosiasikan dan saat ini Korut ingin dunia menerima kehadiran mereka sebagai sebuah negara nuklir," ungkap Yang Moo-jin, profesor Studi Korut di Universitas Seoul.
"Sementara tujuan perundingan Korut dengan AS sebenarnya adalah menghindari Seoul dan membuka pembicaraan langsung tentang pelucutan senjata dengan Washington," imbuh Moo-jin.
(esn)