Pria berseragam militer eksekusi 8 mantan pejuang al-Qaeda Irak
Senin, 01 Juli 2013 - 17:54 WIB
Pria berseragam militer eksekusi 8 mantan pejuang al-Qaeda Irak
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah pria bersenjata yang menggunakan seragam militer menculik delapan orang mantan pejuang al-Qaeda dari rumah mereka di Mishahada, Baghdad utara, Senin (1/7/2013) fajar.
Pejabat di Kementerian Dalam Negeri Irak dan sumber medis mengatakan hal yang sama, delapan orang tersebut ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di Baghdad, mereka tewas setelah ditembak di bagian kepala dan dada, seperti cara eksekusi.
Delapan orang itu adalah mantan pejuang al-Qaeda di Sahwa, mereka semua adalah milisi Sunni yang akhirnya berbalik melawan al-Qaeda dan berpihak kepada militer Amerika Serikat (AS) pada 2006. Milisi anti al-Qaeda dicap sebagai kelompok penghianat oleh militan Sunni, dampaknya mereka sering kali menjadi sasaran serangan.
Ini bukan kali pertamanya mantan anggota al-Qaeda menjadi sasaran pembunuhan. Pekan lalu, sembilan mantan pejuang al-Qaeda tewas, sementara 18 orang lainnya luka-luka dalam serangan di Sahwa.
Aksi kekerasan di Irak meningkat sejak awal 2013, bertepatan dengan maraknya aksi protes yang digelar oleh muslim Sunni yang merasa terdiskriminasi oleh pemerintah dan pasukan keamanan yang didominasi oleh pengikut Syiah.
Analis dan sejumlah pengamat menilai kegagalan pemerintah Irak untuk menyelesaikan masalah ininadalah. pangkal permasalahan dan telah memberikan peluang bagi militan Sunni untuk melakukan perekutan dan melancarkan sejumlah aksi kekerasan.
Pejabat di Kementerian Dalam Negeri Irak dan sumber medis mengatakan hal yang sama, delapan orang tersebut ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di Baghdad, mereka tewas setelah ditembak di bagian kepala dan dada, seperti cara eksekusi.
Delapan orang itu adalah mantan pejuang al-Qaeda di Sahwa, mereka semua adalah milisi Sunni yang akhirnya berbalik melawan al-Qaeda dan berpihak kepada militer Amerika Serikat (AS) pada 2006. Milisi anti al-Qaeda dicap sebagai kelompok penghianat oleh militan Sunni, dampaknya mereka sering kali menjadi sasaran serangan.
Ini bukan kali pertamanya mantan anggota al-Qaeda menjadi sasaran pembunuhan. Pekan lalu, sembilan mantan pejuang al-Qaeda tewas, sementara 18 orang lainnya luka-luka dalam serangan di Sahwa.
Aksi kekerasan di Irak meningkat sejak awal 2013, bertepatan dengan maraknya aksi protes yang digelar oleh muslim Sunni yang merasa terdiskriminasi oleh pemerintah dan pasukan keamanan yang didominasi oleh pengikut Syiah.
Analis dan sejumlah pengamat menilai kegagalan pemerintah Irak untuk menyelesaikan masalah ininadalah. pangkal permasalahan dan telah memberikan peluang bagi militan Sunni untuk melakukan perekutan dan melancarkan sejumlah aksi kekerasan.
(esn)