Kamboja bantah larang media asing liput pemilu

Sabtu, 29 Juni 2013 - 17:54 WIB
Kamboja bantah larang...
Kamboja bantah larang media asing liput pemilu
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kamboja membantah mereka telah melarang stasiun radio lokal membawa radio asing untuk membuat laporan terkait kampanye pemilu selama satu bulan ke depan, Sabtu (29/6/2013). Bantahan itu datang setelah Amerika Serikat (AS) menuduh Kamboja telah melakukan pelanggaran kebebasan berekspresi.

Seperti diketahui pekan ini, pemerintah Kamboja memerintahkan stasiun radio lokal untuk menyiarkan berita kampanye yang netral dan menghentikan program pemberitaan yang disiarkan dalam bahasa asing.

"Kami tidak melarang radio asing melakukan siaran," ungkap Chhum Socheat, Pejabat Kementerian Informasi Kamboja.Socheat mengatakan, stasiun radio asing masih dapat mengudarakan program meraka pada gelombang transmisi pendek.

"Imbauan kepada Stasiun radio lokal untuk tidak menyiarkan program dalam bahasa Khmer melalui radio lokal sampai setelah tanggal 28 Juli bertujuan untuk menciptakan iklim kampanye yang adil bagi semua partai politik," ujarnya.

Perdana Menteri Hun Se, salah satu pemimpin dunia terlama yang telah berkuasa selama 28 tahun di Kamboja mengendalikan semua stasiun televisi lokal dan stasiun radio di Kamboja. Dia berharap Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang ia pimpin memenangkan Pemilu 28 Juli 2013 nanti.

Pemerintahan kabarnya secara teratur dituduh menekan kebebasan politik dan memberangus kehadiran aktivis. Sam Rainsy, Pemimpin oposisi Kamboja yang kini mengasingkan diri ke Prancis, menghindari penjara dilarang mencalonkan diri dalam Pemilu mendatang karena motif politik.

Pemerintah Kamboja mengancam Rainsy hukuman penjara 11 tahun setelah dia dinyatakan bersalah in absentia karena telah menerbitkan peta palsu wilayah Kamboja yang berbatasan dengan Vietnam.
(esn)
Berita Terkait
Thaksin Shinawatra Sangkal...
Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Thailand Rebut Kembali...
Thailand Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Kamboja
Setelah Perang 4 Hari,...
Setelah Perang 4 Hari, Thailand dan Kamboja Sepakat dengan Mediasi yang Ditawarkan Malaysia
Dinilai Lamban Tangani...
Dinilai Lamban Tangani Perang dengan Kamboja, Rakyat Thailand Kecam PM Paetongtarn
Perkuat Aliansi Politik...
Perkuat Aliansi Politik di Masa Perang, Thaksin Serukan Kedaulatan Thailand
Cegah Perang Berlanjut,...
Cegah Perang Berlanjut, PM Anwar Ibrahim Minta Thailand dan Kamboja Buka Dialog
Berita Terkini
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
21 menit yang lalu
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinvus Triliunan Virus
56 menit yang lalu
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
1 jam yang lalu
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
2 jam yang lalu
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
3 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
3 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved