Serbia dapat sinyal bisa bergabung ke Uni Eropa
Jum'at, 28 Juni 2013 - 22:05 WIB
Serbia dapat sinyal bisa bergabung ke Uni Eropa
A
A
A
Sindonews.com – Negara pecahan Uni Soviet, Serbia, pada Jumat (28/6/2013), dapat sinyal untuk bisa bergabung ke dalam Uni Eropa. Usaha untuk bisa bergabung ke Uni Eropa itu sudah dilakukan sejak Januari lalu.
Keputusan yang diambil pada KTT Uni Eropa, akan mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan kepada Belgrade (Ibu Kota Serbia). Pada April lalu, sudah ada kesepakatan, bahwa Serbia harus memperbaiki hubungan dengan mantan provinsinya, Kosovo, yang kini memisahkan diri dari Serbia dalam perang gerilya 1998-1999.
Para pemimpin Uni Eropa juga sepakat, bahwa Brussel harus memulai negosiasi dengan Kosovo yang meliputi hubungan perdagangan, ekonomi dan politik hubungan, sekaligus sebagai langkah menuju keanggotaan Uni Eropa.
”Kami berada pada saat momen bersejarah bagi Balkan dan Eropa untuk secara keseluruhan,” kata Presiden Dewan Eropa, Herman Van Rompuy pada konferensi soal persiapan keanggotaan Uni Eropa yang baru itu.
”Keputusan ini, merupakan hasil yang mengacu pada perjanjian Beograd dan Pristina, April lalu, " kata Van Rompuy, yang akan melakukan perjalanan ke kedua ibu kota negara tersebut pada Senin nanti.
Serbia dan Kosovo telah berselisih sejak Kosovo memisahkan diri pada 2008 dengan dukungan Barat. Proses negosiasi untuk masuk sebagai anggota Uni Eropa harus juga untuk membantu reformasi di Serbia.
Keputusan yang diambil pada KTT Uni Eropa, akan mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan kepada Belgrade (Ibu Kota Serbia). Pada April lalu, sudah ada kesepakatan, bahwa Serbia harus memperbaiki hubungan dengan mantan provinsinya, Kosovo, yang kini memisahkan diri dari Serbia dalam perang gerilya 1998-1999.
Para pemimpin Uni Eropa juga sepakat, bahwa Brussel harus memulai negosiasi dengan Kosovo yang meliputi hubungan perdagangan, ekonomi dan politik hubungan, sekaligus sebagai langkah menuju keanggotaan Uni Eropa.
”Kami berada pada saat momen bersejarah bagi Balkan dan Eropa untuk secara keseluruhan,” kata Presiden Dewan Eropa, Herman Van Rompuy pada konferensi soal persiapan keanggotaan Uni Eropa yang baru itu.
”Keputusan ini, merupakan hasil yang mengacu pada perjanjian Beograd dan Pristina, April lalu, " kata Van Rompuy, yang akan melakukan perjalanan ke kedua ibu kota negara tersebut pada Senin nanti.
Serbia dan Kosovo telah berselisih sejak Kosovo memisahkan diri pada 2008 dengan dukungan Barat. Proses negosiasi untuk masuk sebagai anggota Uni Eropa harus juga untuk membantu reformasi di Serbia.
(esn)