Buntut bentrok di Tripoli, Menhan Libya akan dicopot
Kamis, 27 Juni 2013 - 22:53 WIB
Buntut bentrok di Tripoli, Menhan Libya akan dicopot
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Pertahanan Libya, Mohammed al-Bargathi, akan dicopot dari jabatannya, menyusul bentrokan sengit antara dua milisi bersenjata di Ibu Kota Libya, Tripoli. Bentrokan itu menyebabkan 10 orang tewas dan lebih dari 100 terluka.
"Setelah apa yang terjadi kemarin, kami telah memutuskan, bahwa dia (al-Bargathi) akan terbebas dari posisinya," kata Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan, seperti dikutip Reuters, Kamis (27/6/2013). "Kami akan mengumumkan nama menteri baru sesegera mungkin," lanjutnya.
Sebelumnya, al-Bargathi telah menyampaikan pengunduran dirinya pada bulan lalu. Niat mundur ini dilontarkannya, setelah beberapa kelompok mengepung dua gedung kementerian. Namun, al-Bargathi dibujuk untuk tetap memangku jabatan Menhan.
Zeidan mengatakan, pemerintah dan Majelis Nasional telah berjanji untuk membersihkan jalan-jalan di Libya dari senjata. Ini adalah tugas berat, karena sejumlah milisi bersenjata masih berkeliaran di sejumlah wilayah di Libya.
Dua tahun pasca runtuhnya rezim diktator Muamar Khaddafi, kelompok-kelompok bersenjata yang terdiri dari mantan pejuang pemberontak dari berbagai negara bagian, telah tumbuh menjadi kekuatan tersendiri. Sebagian rakyat Libya menginginkan, kelompok-kelompok bersenjata ini dibubarkan dan militer Libya diperkuat.
"Setelah apa yang terjadi kemarin, kami telah memutuskan, bahwa dia (al-Bargathi) akan terbebas dari posisinya," kata Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan, seperti dikutip Reuters, Kamis (27/6/2013). "Kami akan mengumumkan nama menteri baru sesegera mungkin," lanjutnya.
Sebelumnya, al-Bargathi telah menyampaikan pengunduran dirinya pada bulan lalu. Niat mundur ini dilontarkannya, setelah beberapa kelompok mengepung dua gedung kementerian. Namun, al-Bargathi dibujuk untuk tetap memangku jabatan Menhan.
Zeidan mengatakan, pemerintah dan Majelis Nasional telah berjanji untuk membersihkan jalan-jalan di Libya dari senjata. Ini adalah tugas berat, karena sejumlah milisi bersenjata masih berkeliaran di sejumlah wilayah di Libya.
Dua tahun pasca runtuhnya rezim diktator Muamar Khaddafi, kelompok-kelompok bersenjata yang terdiri dari mantan pejuang pemberontak dari berbagai negara bagian, telah tumbuh menjadi kekuatan tersendiri. Sebagian rakyat Libya menginginkan, kelompok-kelompok bersenjata ini dibubarkan dan militer Libya diperkuat.
(esn)