Rusia bantah tarik seluruh personel militer dari Suriah
Kamis, 27 Juni 2013 - 22:52 WIB
Rusia bantah tarik seluruh personel militer dari Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Militer Rusia pada Kamis (27/6/2013), membantah laporan media yang menyebut Rusia telah menarik seluruh personel pemeliharaan fasilitas Angkatan Laut dari Pelabuhan Tartous, Suriah.
"Personel terus bekerja dalam resimen biasa. Dan, tidak ada pembicaraan tentang mengevakuasi mereka," sebut laporan RIA Novosti, mengutip pernyataan layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia. Menurut pernyataan itu, fasilitas Angkatan Laut Rusia di Pelabuhan Tartous sudah sejak lama diawaki oleh warga sipil dan mereka belum ditarik hingga kini.
Satu hari sebelumnya, sebuah harian Rusia, Vedomosti, mengutip sumber yang tak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Rusia telah menarik semua personel militer dari Suriah. Menurut Vedomosti, langkah ini diambil, karena meningkatnya ancaman keamanan di Suriah.
Tartous naval centre adalah fasilitas yang terletak di pelabuhan Mediterania, di wilayah jantung Suriah. Vedomosti yang mengutip sumber tanpa nama di Kementerian Pertahanan Rusia, melaporkan, bahwa tidak ada personel Kementerian Pertahanan militer atau sipil Rusia yang saat ini masih berada di Suriah.
Sumber itu mengatakan, keputusan tersebut diambil untuk membatasi bahaya yang ditimbulkan bagi warga Rusia di tengah perang sipil yang masih berkecamuk di Suriah. Selain itu, langkah ini juga diambil untuk mengurangi ancaman kerusakan politik.
"Personel terus bekerja dalam resimen biasa. Dan, tidak ada pembicaraan tentang mengevakuasi mereka," sebut laporan RIA Novosti, mengutip pernyataan layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia. Menurut pernyataan itu, fasilitas Angkatan Laut Rusia di Pelabuhan Tartous sudah sejak lama diawaki oleh warga sipil dan mereka belum ditarik hingga kini.
Satu hari sebelumnya, sebuah harian Rusia, Vedomosti, mengutip sumber yang tak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Rusia telah menarik semua personel militer dari Suriah. Menurut Vedomosti, langkah ini diambil, karena meningkatnya ancaman keamanan di Suriah.
Tartous naval centre adalah fasilitas yang terletak di pelabuhan Mediterania, di wilayah jantung Suriah. Vedomosti yang mengutip sumber tanpa nama di Kementerian Pertahanan Rusia, melaporkan, bahwa tidak ada personel Kementerian Pertahanan militer atau sipil Rusia yang saat ini masih berada di Suriah.
Sumber itu mengatakan, keputusan tersebut diambil untuk membatasi bahaya yang ditimbulkan bagi warga Rusia di tengah perang sipil yang masih berkecamuk di Suriah. Selain itu, langkah ini juga diambil untuk mengurangi ancaman kerusakan politik.
(esn)