Pemerintah AS desak Mesir tahan diri dari kekerasan
Kamis, 27 Juni 2013 - 10:38 WIB
Pemerintah AS desak Mesir tahan diri dari kekerasan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat pada Rabu (26/6/2013), mendesak semua pihak, termasuk Pemerintah Mesir untuk menahan diri dari kekerasan. Dikutip Xinhua, Kamis (27/6/2013), bentrokan di Mesir antara loyalis dan penentang Presiden Mesir, Mohamed Morsi sudah menewaskan dua orang.
”Demonstrasi damai harus diizinkan, tapi tiap orang seharusnya tidak menggunakan kekerasan,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Patrick Ventrell pada konferensi pers. ”Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dari kekerasan dan mengekspresikan pandangan mereka secara damai,” lanjut dia.
”Dan pemimpin politik memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah-langkah untuk memastikan, bahwa kelompok-kelompok yang ada di Mesir tidak menggunakan kekerasan,” imbuh Ventrell.
Bentrokan mematikan menyebabkan dua orang tewas dan lebih dari 230 lainnya terluka, di Kota Mansoura, Mesir. Empat dari mereka dalam kondisi kritis. Bentrokan terjadi, hanya beberapa jam sebelum Morsi menyatakan akan mengatasi masalah di Mesir.
Demonstrasi besar-besaran dijadwalkan akan digelar pada Minggu nanti, tepat pada momen satu tahun Pemerintahan Morsi. Demonstrasi itu akan menuntut pelengseran Morsi, karena kinerjanya dianggap buruk.
”Presiden Morsi, sebagai pemimpin pertama yang terpilih secara demokratis di Mesir, memiliki tanggung jawab khusus untuk menjangkau semua kelompok politik dan mencoba untuk membangun konsensus melalui kompromi,’ ucap Ventrell. Menurutnya, AS akan terus mendukung Pemerintah Mesir melewati masa transisi.
”Demonstrasi damai harus diizinkan, tapi tiap orang seharusnya tidak menggunakan kekerasan,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Patrick Ventrell pada konferensi pers. ”Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dari kekerasan dan mengekspresikan pandangan mereka secara damai,” lanjut dia.
”Dan pemimpin politik memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah-langkah untuk memastikan, bahwa kelompok-kelompok yang ada di Mesir tidak menggunakan kekerasan,” imbuh Ventrell.
Bentrokan mematikan menyebabkan dua orang tewas dan lebih dari 230 lainnya terluka, di Kota Mansoura, Mesir. Empat dari mereka dalam kondisi kritis. Bentrokan terjadi, hanya beberapa jam sebelum Morsi menyatakan akan mengatasi masalah di Mesir.
Demonstrasi besar-besaran dijadwalkan akan digelar pada Minggu nanti, tepat pada momen satu tahun Pemerintahan Morsi. Demonstrasi itu akan menuntut pelengseran Morsi, karena kinerjanya dianggap buruk.
”Presiden Morsi, sebagai pemimpin pertama yang terpilih secara demokratis di Mesir, memiliki tanggung jawab khusus untuk menjangkau semua kelompok politik dan mencoba untuk membangun konsensus melalui kompromi,’ ucap Ventrell. Menurutnya, AS akan terus mendukung Pemerintah Mesir melewati masa transisi.
(esn)