Bentrok dengan pemberontak, 5 tentara Filipina terluka
Rabu, 26 Juni 2013 - 15:11 WIB
Bentrok dengan pemberontak, 5 tentara Filipina terluka
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya lima tentara Filipina terluka dalam bentrok dengan kelompok pemberontak sayap kiri di Zamboanga del Sur, Filipina selatan. Demikian diungkapkan pejabat militer Filipina, Rabu (26/6/2013).
"Bentrok antara tentara dan pemberontak tak terlakan saat militer menanggapi laporan warga sipil, bahwa pemberontak sayap kiri Tentara Rakyat Baru telah melakukan penyiksaan terhadap warga," ungkap Letnan Kolonel Tangawhon, Komandan Batalyon Infanteri ke-53, di Lakewood.
"Militer memutuskan untuk meluncurkan sebuah operasi ofensif terhadap tentara dan mengerahkan tiga pleton tentara untuk menyerang pemberontak. Baku tembak antara pemberontak dan tentara tak terelakan. Para pemberotak juga melemparkan sejumlah granat yang akhirnya melukai para tentara," tutur Tangawhon.
Tangawhon mengatakan, pemberontak terpaksa mundur karena tersudut dan banyak rekan mereka yang terluka, sementara tentara mencoba menangkap mereka yang melarikan diri.
NPA sendiri merupakan sayap militer Partai Komunis Filipina. Mereka melancarkan perang gerilya di pedesaan Selatan Filipina selama empat dekade. Militer Filipina memperkirakan kekuatan mencapai lebih dari 5.000 jiwa di seluruh negeri.
"Bentrok antara tentara dan pemberontak tak terlakan saat militer menanggapi laporan warga sipil, bahwa pemberontak sayap kiri Tentara Rakyat Baru telah melakukan penyiksaan terhadap warga," ungkap Letnan Kolonel Tangawhon, Komandan Batalyon Infanteri ke-53, di Lakewood.
"Militer memutuskan untuk meluncurkan sebuah operasi ofensif terhadap tentara dan mengerahkan tiga pleton tentara untuk menyerang pemberontak. Baku tembak antara pemberontak dan tentara tak terelakan. Para pemberotak juga melemparkan sejumlah granat yang akhirnya melukai para tentara," tutur Tangawhon.
Tangawhon mengatakan, pemberontak terpaksa mundur karena tersudut dan banyak rekan mereka yang terluka, sementara tentara mencoba menangkap mereka yang melarikan diri.
NPA sendiri merupakan sayap militer Partai Komunis Filipina. Mereka melancarkan perang gerilya di pedesaan Selatan Filipina selama empat dekade. Militer Filipina memperkirakan kekuatan mencapai lebih dari 5.000 jiwa di seluruh negeri.
(esn)