Militer Suriah luncurkan serangan di sekitar Damaskus
Selasa, 25 Juni 2013 - 17:53 WIB
Militer Suriah luncurkan serangan di sekitar Damaskus
A
A
A
Sindonews.com - Tentara Suriah meluncurkan serangan besar-besaran untuk menghancurkan pemberontak di sekitar Ibu Kota Damaskus, Suriah, Selasa (25/6/2013). Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris melaporkan, pertempuran sengit antara kedua kubu itu masih terus berlangsung.
"Militer tengah mencoba mengambil alih wilayah Qaboon, Barzeh, Jubar, Al-Hajar Al-Aswad dan Yarmuk," ungkap Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman, mengacu pada wilayah yang terletak di pinggiran utara, timur dan selatan Ibu Kota Damaskus.
"Tentara tidak memiliki kapasitas untuk mengambil alih wilayah ini, sementara pemberontak terus melakukan perlawanan. Sementara, situasi keamanan telah menjadi sebuah bencana besar," imbuh Rahman.
Anas, seorang aktivis Suriah di Qaboon mengatakan, serangan tentara di wilayah timur Damaskus telah memasuki hari ke enam. "Distrik ini menjadi satu-satunya pintu masuk dari sisi timur ke Damaskus. Tentara Suriah sangat takut jika Tentara Pembebasan Suriah berhasil menguasai Qaboon dan menjadikannya sebagai akses masuk," ungkap Anas.
"Situasi kemanusiaan sangat buruk, persediaan kebutuhan medis dan makanan sangat minim disana, banyak orang terlihat menangis," imbuhnya.
Komite Koordinasi Lokal, basis jaringan aktivis Suriah melaporkan aksi penembakan juga terjadi di kamp pengungsi Palestina di Yarmuk, sisi selatan Damaskus. Di Daraya, sebelah barat Damaskus, wilayah yang dikuasai pemberontak Suriah sejumlah tank pemerintah telah bertempur selama berbulan-bulan untuk menumpas pemberontak.
Sementara di wilayah utara Damaskus, tentara mencoba menangkis serangan pemberontak yang mencoba menghancurkan pemukiman warga.
"Militer tengah mencoba mengambil alih wilayah Qaboon, Barzeh, Jubar, Al-Hajar Al-Aswad dan Yarmuk," ungkap Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman, mengacu pada wilayah yang terletak di pinggiran utara, timur dan selatan Ibu Kota Damaskus.
"Tentara tidak memiliki kapasitas untuk mengambil alih wilayah ini, sementara pemberontak terus melakukan perlawanan. Sementara, situasi keamanan telah menjadi sebuah bencana besar," imbuh Rahman.
Anas, seorang aktivis Suriah di Qaboon mengatakan, serangan tentara di wilayah timur Damaskus telah memasuki hari ke enam. "Distrik ini menjadi satu-satunya pintu masuk dari sisi timur ke Damaskus. Tentara Suriah sangat takut jika Tentara Pembebasan Suriah berhasil menguasai Qaboon dan menjadikannya sebagai akses masuk," ungkap Anas.
"Situasi kemanusiaan sangat buruk, persediaan kebutuhan medis dan makanan sangat minim disana, banyak orang terlihat menangis," imbuhnya.
Komite Koordinasi Lokal, basis jaringan aktivis Suriah melaporkan aksi penembakan juga terjadi di kamp pengungsi Palestina di Yarmuk, sisi selatan Damaskus. Di Daraya, sebelah barat Damaskus, wilayah yang dikuasai pemberontak Suriah sejumlah tank pemerintah telah bertempur selama berbulan-bulan untuk menumpas pemberontak.
Sementara di wilayah utara Damaskus, tentara mencoba menangkis serangan pemberontak yang mencoba menghancurkan pemukiman warga.
(esn)