China: Korut siap kembali ke pembicaraan nuklir
Kamis, 20 Juni 2013 - 04:01 WIB
China: Korut siap kembali ke pembicaraan nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah China meyatakan, Korea Utara (Korut) siap untuk kembali melakukan pembicaraan tentang nuklir, yang telah lama terhenti. China, yang telah menghadapi tekanan Amerika Serikat (AS) untuk mengendalikan Korut, mengutip pernyataan perunding Korut, Kim Kye-gwan.
Seperti dilaporkan AFP, Rabu (19/6/2013), Kye-gwan menyatakan, Pyongyang bersedia untuk terlibat dalam setiap bentuk dialog untuk menyelesaikan masalah nuklir damai. Selama pembicaraan di Beijing, Kye-gwan mengatakan, dialog dapat terjadi melalui pembicaraan enam pihak, yang dimulai pada 2003 dan terhenti pada 2008.
Ini adalah pernyataan kedua Korut soal bersedianya mereka kembali ke meja perundingan untuk membahas nuklr. Sebelumnya, Choe Ryong-hae, seorang teman dekat pemimpin Korut, Kim Jong-Un, membuat komentar serupa. Ryong-hae melontarkan komentar ini saat berkunjung ke Beijing, bulan lalu, di mana ia bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping.
Tapi, AS, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang, bersikeras bahwa Korut harus memenuhi janji mereka sebelumnya. Perundingan nulir Korut sendiri melibatkan 6 negara, yakni Korut, Korsel, AS, Jepang, China, dan Rusia. "Kami akan menilai Korut berdasarkan tindakannya, bukan kata-kata," kata pernyataan bersama negara-negara itu.
Seperti dilaporkan AFP, Rabu (19/6/2013), Kye-gwan menyatakan, Pyongyang bersedia untuk terlibat dalam setiap bentuk dialog untuk menyelesaikan masalah nuklir damai. Selama pembicaraan di Beijing, Kye-gwan mengatakan, dialog dapat terjadi melalui pembicaraan enam pihak, yang dimulai pada 2003 dan terhenti pada 2008.
Ini adalah pernyataan kedua Korut soal bersedianya mereka kembali ke meja perundingan untuk membahas nuklr. Sebelumnya, Choe Ryong-hae, seorang teman dekat pemimpin Korut, Kim Jong-Un, membuat komentar serupa. Ryong-hae melontarkan komentar ini saat berkunjung ke Beijing, bulan lalu, di mana ia bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping.
Tapi, AS, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang, bersikeras bahwa Korut harus memenuhi janji mereka sebelumnya. Perundingan nulir Korut sendiri melibatkan 6 negara, yakni Korut, Korsel, AS, Jepang, China, dan Rusia. "Kami akan menilai Korut berdasarkan tindakannya, bukan kata-kata," kata pernyataan bersama negara-negara itu.
(esn)