Wakil PM Rusia sindir usulan Obama soal pembatasan nuklir
Rabu, 19 Juni 2013 - 23:52 WIB
Wakil PM Rusia sindir usulan Obama soal pembatasan nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin, menyindir usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk mengurangi stok nuklir Rusia. Rozogin mengatakan, usulan itu tidak bisa dianggap serius, karena AS sendiri sedang mengembangkan sistem pertahanan rudal.
"Bagaimana kita bisa menganggap serius ide ini tentang pemotongan potensi nuklir strategis? Sementara AS malah mengembangkan kemampuan untuk mencegat senjata Rusia,” ujar Rogozin, Rabu (19/6/2013).
"Jelas, kepemimpinan politik (Rusia) tidak dapat mengambil serius usulan ini serius," kata Rogozin, yang mengawasi sektor pertahanan dan industri nuklir. "Pelanggaran perlombaan senjata mengarah ke perlombaan senjata pertahanan, dan sebaliknya," lanjutnya, seperti dikutip dari kantor berita Rusia, Itar-TASS.
Pernyataani ini dilontarkan Rozogin untuk menanggapi usulan Obama untuk mengurangi stok senjata nuklir strategis Rusia, hingga mencapai angka 1.000 unit. Sebelumnya, AS dan Rusia telah sepakat pada 2010 silam, untuk mengurangi senjata nuklir yang dimiliki Rusia.
Presiden Rusia, Vladimir Putin yang bertemu Obama dalam pertemuan G8 di Irlandia Utara, telah bereaksi atas usulan mitranya itu. Menurut Putin, Rusia tidak akan membiarkan "sistem penangkal strategis untuk diganggu".
"Kita tidak bisa membiarkan keseimbangan sistem penangkal strategis diganggu atau efektivitas gaya nuklir kita akan menurun," kata Putin.
"Bagaimana kita bisa menganggap serius ide ini tentang pemotongan potensi nuklir strategis? Sementara AS malah mengembangkan kemampuan untuk mencegat senjata Rusia,” ujar Rogozin, Rabu (19/6/2013).
"Jelas, kepemimpinan politik (Rusia) tidak dapat mengambil serius usulan ini serius," kata Rogozin, yang mengawasi sektor pertahanan dan industri nuklir. "Pelanggaran perlombaan senjata mengarah ke perlombaan senjata pertahanan, dan sebaliknya," lanjutnya, seperti dikutip dari kantor berita Rusia, Itar-TASS.
Pernyataani ini dilontarkan Rozogin untuk menanggapi usulan Obama untuk mengurangi stok senjata nuklir strategis Rusia, hingga mencapai angka 1.000 unit. Sebelumnya, AS dan Rusia telah sepakat pada 2010 silam, untuk mengurangi senjata nuklir yang dimiliki Rusia.
Presiden Rusia, Vladimir Putin yang bertemu Obama dalam pertemuan G8 di Irlandia Utara, telah bereaksi atas usulan mitranya itu. Menurut Putin, Rusia tidak akan membiarkan "sistem penangkal strategis untuk diganggu".
"Kita tidak bisa membiarkan keseimbangan sistem penangkal strategis diganggu atau efektivitas gaya nuklir kita akan menurun," kata Putin.
(esn)