Serangan bom tewaskan pemimpin suku pro Pemerintah Irak
Rabu, 19 Juni 2013 - 19:24 WIB
Serangan bom tewaskan pemimpin suku pro Pemerintah Irak
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pelaku bom bunuh diri melancarkan serangan pembunuhan terhadap pemimpin suku di Kota al-Hadar, Mosul, Irak utara, Selasa (19/6/2013) malam.
Polisi mengatakan, seorang yang menggenakan rompi peledak melancarkan aksi bom bunuh diri menargetkan Sheikh Younis al-Rammahi.
"Saat itu, Rammahi tengah menjamu saudara laki-laki dan sepupunya di rumahnya di Kota al-Hadar," ungkap seroang polisi Irak kepada Xinhua.
Ledakan bom itu menewaskan empat orang, salah satunya adalah Rammahi dan melukai lima sepupu dan satu saudaranya.
Rammahi adalah pemimpin kelompok persatuan politik Irak yang akan ikut meramaikan pemilu Provinsi pada 20 Juni mendatang di Provinsi Niniwe dan Anbar di utara dan barat Irak. Tapi dia tidak mencalonkan diri sebagai kandidat.
Dia merupakan salah satu pemimpin suku yang paling setia kepada Pemerintah Perdana Menteri Nuri al-Maliki yang didominasi kaum Syiah. Dia adalah salah satu orang yang sangat menentang aksi protes kelompok Syiah yang anti-pemerintah.
Serangan di Irak telah meningkat tajam. Lonjakan korban terbanyak terjadi pada Mei. Kekerasan kian menjadi sejak awal tahun, seiring dengan meningkatnya rasa ketidakpuasan dari minoritas Arab Sunni, yang menggelar protes pada akhir Desember lalu.
Polisi mengatakan, seorang yang menggenakan rompi peledak melancarkan aksi bom bunuh diri menargetkan Sheikh Younis al-Rammahi.
"Saat itu, Rammahi tengah menjamu saudara laki-laki dan sepupunya di rumahnya di Kota al-Hadar," ungkap seroang polisi Irak kepada Xinhua.
Ledakan bom itu menewaskan empat orang, salah satunya adalah Rammahi dan melukai lima sepupu dan satu saudaranya.
Rammahi adalah pemimpin kelompok persatuan politik Irak yang akan ikut meramaikan pemilu Provinsi pada 20 Juni mendatang di Provinsi Niniwe dan Anbar di utara dan barat Irak. Tapi dia tidak mencalonkan diri sebagai kandidat.
Dia merupakan salah satu pemimpin suku yang paling setia kepada Pemerintah Perdana Menteri Nuri al-Maliki yang didominasi kaum Syiah. Dia adalah salah satu orang yang sangat menentang aksi protes kelompok Syiah yang anti-pemerintah.
Serangan di Irak telah meningkat tajam. Lonjakan korban terbanyak terjadi pada Mei. Kekerasan kian menjadi sejak awal tahun, seiring dengan meningkatnya rasa ketidakpuasan dari minoritas Arab Sunni, yang menggelar protes pada akhir Desember lalu.
(esn)