9 siswa Nigeria tewas ditembak saat ikut ujian
Rabu, 19 Juni 2013 - 13:56 WIB
9 siswa Nigeria tewas ditembak saat ikut ujian
A
A
A
Sindonews.com -Sembilan siswa sekolah swasta di Maiduguri, Nigeria timur, tewas dalam sebuah serangan bersenjata yang diduga dilakukan kelompok Islam garis keras, Senin (17/6/2013). Serangan itu terjadi di wilayah yang dikuasai pemberontak Islamis Boko Haram.
"Serangan itu terjadi saat sekolah memulai ujian akhir tahun. Pihak sekolah mengatakan kepada saya, bahwa sembilan siswa tewas seketika dalam serangan tersebut," kata Mohammed Saleh, kerabat salah satu korban tewas.
David Buba, siswa yang berada di sekolah saat insiden berlangsung, mengatakan salah stu temannya tewas akibat serangan itu. "Serangan itu terjadi di lingkungan sekolah, suara tembakan itu terdengar siang hari. Saya kira, suara itu datang dari luar sekolah, tapi tidak," kata Buba.
"Saya lihat banyak orang berlari sambil kebingungan dan mencari tempat bersembunyi, 30 menit kemudian sejumlah mayat siswa dibawa ke luar ruang ujian," lanjut dia.
Serangan mematikan itu terjadi, setelah sebelumnya serangan serupa menimpa Sekolah Menangah Atas di Damaturu, negara bagian Yobe. Sebanyak tujuh pelajar dan dua guru dilaporkan tewas dalam serangan yang diduga dilancarkan kelompok Islamis Boko Haram.
Kelompok itu telah melakukan beberapa serangan terhadap sejumlah sekolah di Nigeria, karena mereka menganggap pendidikan model Barat adalah dosa.
Dalam sebuah pesan suara yang diperoleh AFP, pada Selasa kemarin, Abu Zinnira, yang mengklaim mewakili Boko Haram membantah telah melakukan serangan itu.
Menurutnya, pelaku serangan itu bukan Boko Haram, melainkan pemuda di Maiduguri dan Yobe yang berkolaborasi dengan pihak berwenang.
"Kami menyatakan perang habis-habisan kepada Anda, kerena telah membentuk aliansi dengan militer dan polisi Nigeria untuk memerangi saudara-saudara kita. Kami menyerukan semua orang tua menghargai nyawa anaknya dan menghentikan anak mereka mengekspos anggota kami," kata Zinnira.
"Serangan itu terjadi saat sekolah memulai ujian akhir tahun. Pihak sekolah mengatakan kepada saya, bahwa sembilan siswa tewas seketika dalam serangan tersebut," kata Mohammed Saleh, kerabat salah satu korban tewas.
David Buba, siswa yang berada di sekolah saat insiden berlangsung, mengatakan salah stu temannya tewas akibat serangan itu. "Serangan itu terjadi di lingkungan sekolah, suara tembakan itu terdengar siang hari. Saya kira, suara itu datang dari luar sekolah, tapi tidak," kata Buba.
"Saya lihat banyak orang berlari sambil kebingungan dan mencari tempat bersembunyi, 30 menit kemudian sejumlah mayat siswa dibawa ke luar ruang ujian," lanjut dia.
Serangan mematikan itu terjadi, setelah sebelumnya serangan serupa menimpa Sekolah Menangah Atas di Damaturu, negara bagian Yobe. Sebanyak tujuh pelajar dan dua guru dilaporkan tewas dalam serangan yang diduga dilancarkan kelompok Islamis Boko Haram.
Kelompok itu telah melakukan beberapa serangan terhadap sejumlah sekolah di Nigeria, karena mereka menganggap pendidikan model Barat adalah dosa.
Dalam sebuah pesan suara yang diperoleh AFP, pada Selasa kemarin, Abu Zinnira, yang mengklaim mewakili Boko Haram membantah telah melakukan serangan itu.
Menurutnya, pelaku serangan itu bukan Boko Haram, melainkan pemuda di Maiduguri dan Yobe yang berkolaborasi dengan pihak berwenang.
"Kami menyatakan perang habis-habisan kepada Anda, kerena telah membentuk aliansi dengan militer dan polisi Nigeria untuk memerangi saudara-saudara kita. Kami menyerukan semua orang tua menghargai nyawa anaknya dan menghentikan anak mereka mengekspos anggota kami," kata Zinnira.
(esn)