Beberapa hari ke depan, utusan AS akan bertemu Taliban
Selasa, 18 Juni 2013 - 23:44 WIB
Beberapa hari ke depan, utusan AS akan bertemu Taliban
A
A
A
Sindonews.com – Perwakilan Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan bertemu dengan utusan Taliban dalam beberapa hari ke depan. Demikian dinyatakan oleh seorang pejabat senior Pemerintah AS, Selasa (18/6/2013), seperti dikutip dari AFP.
Menurutnya, langkah ini dilakukan, setelah Taliban Afghanistan membuka kantor di Kota Doha, Qatar untuk mengawasi perundingan perdamaian. "Saya pikir, AS akan memiliki pertemuan formal pertama dengan Taliban, dan pertemuan pertama dengan Taliban selama beberapa tahun, dalam beberapa hari ke depan di Doha," ujar pejabat itu.
"Saya akan berharap, bahwa pertemuan itu akan ditindaklanjuti dalam beberapa hari, dengan pertemuan antara Taliban dan Dewan Perdamaian Tinggi, yang merupakan struktur yang telah disusun oleh Presiden Hamid Karzai untuk membicarakan masalah ini,” lanjutnya.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, tidak mengomentari prospek pembicaraan langsung antara AS dan utusan Taliban. Namun ia mengatakan, pembukaan kantor Taliban di Doha adalah kabar baik dan AS sangat senang dengan apa yang sedang terjadi.
Taliban membuka kantor mereka di Doha untuk mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan guna mengakhiri perang yang dimulai ketika Taliban digulingkan dari kekuasaan pada 2001, setelah serangan teror 11 September.
Dalam pengumumannya, Taliban mengatakan akan menentang setiap upaya untuk meluncurkan serangan terhadap negara-negara lain dari tanah Afghanistan. Taliban juga menepis kekhawatiran AS, bahwa wilayah di bawah kendali kelompok militan bisa kembali menjadi tuan rumah bagi kamp-kamp pelatihan Al-Qaeda.
Menurutnya, langkah ini dilakukan, setelah Taliban Afghanistan membuka kantor di Kota Doha, Qatar untuk mengawasi perundingan perdamaian. "Saya pikir, AS akan memiliki pertemuan formal pertama dengan Taliban, dan pertemuan pertama dengan Taliban selama beberapa tahun, dalam beberapa hari ke depan di Doha," ujar pejabat itu.
"Saya akan berharap, bahwa pertemuan itu akan ditindaklanjuti dalam beberapa hari, dengan pertemuan antara Taliban dan Dewan Perdamaian Tinggi, yang merupakan struktur yang telah disusun oleh Presiden Hamid Karzai untuk membicarakan masalah ini,” lanjutnya.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, tidak mengomentari prospek pembicaraan langsung antara AS dan utusan Taliban. Namun ia mengatakan, pembukaan kantor Taliban di Doha adalah kabar baik dan AS sangat senang dengan apa yang sedang terjadi.
Taliban membuka kantor mereka di Doha untuk mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan guna mengakhiri perang yang dimulai ketika Taliban digulingkan dari kekuasaan pada 2001, setelah serangan teror 11 September.
Dalam pengumumannya, Taliban mengatakan akan menentang setiap upaya untuk meluncurkan serangan terhadap negara-negara lain dari tanah Afghanistan. Taliban juga menepis kekhawatiran AS, bahwa wilayah di bawah kendali kelompok militan bisa kembali menjadi tuan rumah bagi kamp-kamp pelatihan Al-Qaeda.
(esn)