Presiden baru Iran menentang intervensi asing di Suriah
Selasa, 18 Juni 2013 - 14:09 WIB
Presiden baru Iran menentang intervensi asing di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Hassan Rouhani, Presiden Iran yang baru terpilih akhir pekan kemarin menentang intervensi asing di Suriah. Dia bersikeras, bahwa masalah yang terjadi di dalam Suriah harus diselesaikan oleh orang Suriah.
"Krisis yang terjadi di Suriah harus diselesaikan oleh rakyat Suriah sendiri. Kami menentang terorisme, perang saudara, dan intervensi asing. Semoga, dengan bantuan seluruh negara di kawasan dan seluruh dunia, perdamaian dan ketenangan akan kembali tercipta di Suriah," ungkap Rouhani dalam konferensi pers perdananya, Senin (17/6/2013).
"Krisis Suriah harus diselesaikan dengan pemungutan suara warganya. Kami sangat prihatin akan perang sipil dan campur tangan asing di dalamnya. Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad harusnya dihormati oleh negara lain sampai pemilu (pemilu presiden 2014) berikutnya terselenggara dan itu terserah pada masyarakat untuk memutuskan nasib mereka," ungkap Rouhani.
Rouhani dinyatakan sebagai pemenang pilpres Iran dengan raihan 50,68 persen suara dalam pemilu yang berlangsung Jumat lalu. Dalam pernyataan pertamanya, ia meminta kekuatan dunia untuk memperlakukan Iran dengan hormat dan mengakui hak-haknya.
Iran di bawah kepemimpinann Rohani, diyakini akan lebih radikal terkait hubungan Teheran dengan Barat. Rohani selama ini diindikasikan akan mengejar kebijakan luar negeri yang kurang konfrontatif dari yang dilakukan Presiden Iransaat ini, Mahmoud Ahmadinejad. Rohani juga diyakini akan memberikan hak-hak sipil yang selama ini cenderung terkekang.
"Krisis yang terjadi di Suriah harus diselesaikan oleh rakyat Suriah sendiri. Kami menentang terorisme, perang saudara, dan intervensi asing. Semoga, dengan bantuan seluruh negara di kawasan dan seluruh dunia, perdamaian dan ketenangan akan kembali tercipta di Suriah," ungkap Rouhani dalam konferensi pers perdananya, Senin (17/6/2013).
"Krisis Suriah harus diselesaikan dengan pemungutan suara warganya. Kami sangat prihatin akan perang sipil dan campur tangan asing di dalamnya. Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad harusnya dihormati oleh negara lain sampai pemilu (pemilu presiden 2014) berikutnya terselenggara dan itu terserah pada masyarakat untuk memutuskan nasib mereka," ungkap Rouhani.
Rouhani dinyatakan sebagai pemenang pilpres Iran dengan raihan 50,68 persen suara dalam pemilu yang berlangsung Jumat lalu. Dalam pernyataan pertamanya, ia meminta kekuatan dunia untuk memperlakukan Iran dengan hormat dan mengakui hak-haknya.
Iran di bawah kepemimpinann Rohani, diyakini akan lebih radikal terkait hubungan Teheran dengan Barat. Rohani selama ini diindikasikan akan mengejar kebijakan luar negeri yang kurang konfrontatif dari yang dilakukan Presiden Iransaat ini, Mahmoud Ahmadinejad. Rohani juga diyakini akan memberikan hak-hak sipil yang selama ini cenderung terkekang.
(esn)