Assad: Eropa akan bayar mahal jika persenjatai pemberontak
Selasa, 18 Juni 2013 - 03:01 WIB
Assad: Eropa akan bayar mahal jika persenjatai pemberontak
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad memperingatkan negera-negara Eropa, bahwa mereka akan "membayar harga mahal" jika mengirim senjata kepada pasukan pemberontak Suriah yang berusaha menggulingkan rezim Assad.
"Jika Eropa memberikan senjata, maka halaman belakang Eropa akan menjadi teroris dan Eropa akan membayar harga untuk itu," kata Assad, seperti dikutip oleh harian Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung, Senin (17/6/2013).
“Mengirim senjata kepada pemberontak akan menimbulkan terorisme di Eropa. Teroris akan kembali menghadirkan pertempuran keras dan dengan ideologi ekstremis," lanjutnya.
Assad menunjuk ke salah satu faksi pemberontak, Front al-Nusra. "Ini merupakan ideologi yang sama seperti al-Qaeda dan bertujuan untuk mendirikan negara Islam,” kata Assad.
Dalam wawancara ini, Assad juga membantah klaim Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, bahwa pasukannya telah menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya selama konflik di Suriah. "Jika Paris, London, dan Washington punya bukti pernyataan mereka, mereka akan disampaikan ke publik global," kata Assad.
"Segala sesuatu yang dikatakan tentang penggunaan senjata kimia merupakan kelanjutan dari kebohongan tentang Suriah. Ini adalah upaya untuk membenarkan campur tangan militer yang lebih banyak," tandas Assad.
"Jika Eropa memberikan senjata, maka halaman belakang Eropa akan menjadi teroris dan Eropa akan membayar harga untuk itu," kata Assad, seperti dikutip oleh harian Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung, Senin (17/6/2013).
“Mengirim senjata kepada pemberontak akan menimbulkan terorisme di Eropa. Teroris akan kembali menghadirkan pertempuran keras dan dengan ideologi ekstremis," lanjutnya.
Assad menunjuk ke salah satu faksi pemberontak, Front al-Nusra. "Ini merupakan ideologi yang sama seperti al-Qaeda dan bertujuan untuk mendirikan negara Islam,” kata Assad.
Dalam wawancara ini, Assad juga membantah klaim Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, bahwa pasukannya telah menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya selama konflik di Suriah. "Jika Paris, London, dan Washington punya bukti pernyataan mereka, mereka akan disampaikan ke publik global," kata Assad.
"Segala sesuatu yang dikatakan tentang penggunaan senjata kimia merupakan kelanjutan dari kebohongan tentang Suriah. Ini adalah upaya untuk membenarkan campur tangan militer yang lebih banyak," tandas Assad.
(esn)