Iran mengaku akan lebih transparan soal isu nuklir
Senin, 17 Juni 2013 - 23:27 WIB
Iran mengaku akan lebih transparan soal isu nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Iran yang baru terpilih, Hassan Rouhani menyatakan, negaranya akan mencoba untuk lebih "transparan" dalam isu nuklir untuk membangun kepercayaan diri. Pernyataan ini sesuai dengan apa yang diucapkannya selama masa kampanye.
"Sanksi adalah masalah yang dihadapi Iran saat ini. Dan, kita semua tahu, bahwa sanksi ini sangat menindas," kata Rouhani pada konferensi pers pertamanya setelah terpilih sebagai Presiden Iran, Senin (17/6/2013).
"Sanksi tidak menguntungkan bagi negara Barat yang menghadapi masalah ekonomi. Sanksi hanya menguntungkan Israel, bukan negara-negara lain," kata Rouhani. Dia menambahkan, pemerintahan Iran berikutnya akan mengikuti dua langkah.
"Pertama, Iran akan menampilkan sikap lebih transparan untuk memberitahu dunia apa yang dilakukan Iran dalam peraturan internasional. Dan kedua, kita akan meningkatkan kepercayaan antara Iran dan dunia," tegas Rouhani.
Rouhani dinyatakan sebagai pemenang pilpres Iran dengan raihan 50,68 persen suara dalam pemilu yang berlangsung Jumat lalu. Dalam pernyataan pertamanya, ia meminta kekuatan dunia untuk memperlakukan Iran dengan hormat dan mengakui hak-haknya.
"Ini adalah kemenangan kecerdasan, moderasi, dan kemajuan atas ekstremisme," kata Rouhani. "Negara-negara yang terlibat dalam dialog demokrasi dan terbuka harus berbicara kepada rakyat Iran dengan hormat dan mengakui hak-hak republik Islam," lanjutnya.
"Sanksi adalah masalah yang dihadapi Iran saat ini. Dan, kita semua tahu, bahwa sanksi ini sangat menindas," kata Rouhani pada konferensi pers pertamanya setelah terpilih sebagai Presiden Iran, Senin (17/6/2013).
"Sanksi tidak menguntungkan bagi negara Barat yang menghadapi masalah ekonomi. Sanksi hanya menguntungkan Israel, bukan negara-negara lain," kata Rouhani. Dia menambahkan, pemerintahan Iran berikutnya akan mengikuti dua langkah.
"Pertama, Iran akan menampilkan sikap lebih transparan untuk memberitahu dunia apa yang dilakukan Iran dalam peraturan internasional. Dan kedua, kita akan meningkatkan kepercayaan antara Iran dan dunia," tegas Rouhani.
Rouhani dinyatakan sebagai pemenang pilpres Iran dengan raihan 50,68 persen suara dalam pemilu yang berlangsung Jumat lalu. Dalam pernyataan pertamanya, ia meminta kekuatan dunia untuk memperlakukan Iran dengan hormat dan mengakui hak-haknya.
"Ini adalah kemenangan kecerdasan, moderasi, dan kemajuan atas ekstremisme," kata Rouhani. "Negara-negara yang terlibat dalam dialog demokrasi dan terbuka harus berbicara kepada rakyat Iran dengan hormat dan mengakui hak-hak republik Islam," lanjutnya.
(esn)