China & Korut akan bahas situasi di Semenanjung Korea
Senin, 17 Juni 2013 - 23:16 WIB
China & Korut akan bahas situasi di Semenanjung Korea
A
A
A
Sindonews.com – Para Menteri Luar Negeri dari China dan Korea Utara (Korut) akan mengadakan dialog strategis pada Rabu (19/6/2013), di Kota Beijing, China. Demikian dinyatakan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, Senin (17/6/2013).
“Wakil Menteri Luar Negeri China, Zhang Yesui dan Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Kim Kye Gwan akan memimpin pembicaraan itu,” kata Chunying, seperti dikutip dari Xinhua.
“Kedua belah pihak akan bertukar pandangan mengenai hubungan bilateral dan situasi di Semenanjung Korea, serta isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.
Chunying mengatakan, China selalu berdiri untuk denuklirisasi, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea. “China akan tetap berkomitmen untuk penyelesaian masalah secara damai, melalui dialog dan konsultasi,” tambahnya.
Ia menambahkan, China sangat berharap semua pihak yang bersangkutan akan menjaga kepentingan mereka secara keseluruhan dan menciptakan kondisi untuk pemulihan awal pembicaraan enam pihak.
Sebelumnya, Korut telah dua kali mengejutkan dunia dengan proposal usulan dialog. Proposal pertama dilayangkan ke Korea Selatan. Namun, dialog tingkat tinggi antara dua Korea itu urung terlaksana. Sementara proposal kedua dilayangkan ke Amerika Serikat (AS).
Gedung Putih sendiri telah menyatakan keinginannya untuk melakukan dialog yang "kredibel" dengan Korut. AS juga menuntut agar DPRK mengambil langkah-langkah untuk menunjukkan kesiapannya guna mematuhi kewajiban internasionalnya.
“Wakil Menteri Luar Negeri China, Zhang Yesui dan Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Kim Kye Gwan akan memimpin pembicaraan itu,” kata Chunying, seperti dikutip dari Xinhua.
“Kedua belah pihak akan bertukar pandangan mengenai hubungan bilateral dan situasi di Semenanjung Korea, serta isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.
Chunying mengatakan, China selalu berdiri untuk denuklirisasi, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea. “China akan tetap berkomitmen untuk penyelesaian masalah secara damai, melalui dialog dan konsultasi,” tambahnya.
Ia menambahkan, China sangat berharap semua pihak yang bersangkutan akan menjaga kepentingan mereka secara keseluruhan dan menciptakan kondisi untuk pemulihan awal pembicaraan enam pihak.
Sebelumnya, Korut telah dua kali mengejutkan dunia dengan proposal usulan dialog. Proposal pertama dilayangkan ke Korea Selatan. Namun, dialog tingkat tinggi antara dua Korea itu urung terlaksana. Sementara proposal kedua dilayangkan ke Amerika Serikat (AS).
Gedung Putih sendiri telah menyatakan keinginannya untuk melakukan dialog yang "kredibel" dengan Korut. AS juga menuntut agar DPRK mengambil langkah-langkah untuk menunjukkan kesiapannya guna mematuhi kewajiban internasionalnya.
(esn)