Inggris setuju dengan AS, senjata kimia telah digunakan di Suriah
Jum'at, 14 Juni 2013 - 23:08 WIB
Inggris setuju dengan AS, senjata kimia telah digunakan di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Inggris setuju dengan penilaian Amerika Serikat (AS), bahwa senjata kimia telah digunakan oleh rezim Pemerintah Suriah dalam perang dengan kaum pemberontak di negara itu.
"Kami setuju dengan penilaian AS, bahwa senjata kimia, termasuk gas sarin, telah digunakan di Suriah oleh rezim Assad," kata Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, Jumat (14/6/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
"Inggris telah mengajukan bukti penggunaan senjata kimia di Suriah, dengan penyelidikan PBB. Dan, kami telah bekerja dengan sekutu kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan lebih baik tentang situasi di lapangan," lanjut Hague.
Ia pun menyerukan respon yang kuat dan dikoordinasikan dari masyarakat internasional. Hague mengatakan, akan ada diskusi lebih lanjut tentang respon dengan AS, Perancis, dan negara-negara lain, termasuk pada pertemuan G8 pekan ini.
Setelah menyatakan penggunaan senjata kimia di Suriah, AS selanjutnya memutuskan untuk memberikan bantuan militer langsung kepada oposisi Suriah. Namun, Pemerintah Inggris belum memutuskan apakah akan mengikuti jejak AS.
"Kami setuju dengan penilaian AS, bahwa senjata kimia, termasuk gas sarin, telah digunakan di Suriah oleh rezim Assad," kata Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, Jumat (14/6/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
"Inggris telah mengajukan bukti penggunaan senjata kimia di Suriah, dengan penyelidikan PBB. Dan, kami telah bekerja dengan sekutu kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan lebih baik tentang situasi di lapangan," lanjut Hague.
Ia pun menyerukan respon yang kuat dan dikoordinasikan dari masyarakat internasional. Hague mengatakan, akan ada diskusi lebih lanjut tentang respon dengan AS, Perancis, dan negara-negara lain, termasuk pada pertemuan G8 pekan ini.
Setelah menyatakan penggunaan senjata kimia di Suriah, AS selanjutnya memutuskan untuk memberikan bantuan militer langsung kepada oposisi Suriah. Namun, Pemerintah Inggris belum memutuskan apakah akan mengikuti jejak AS.
(esn)