Bertambah, jumlah korban tewas bentrok demonstran & milisi di Benghazi
Minggu, 09 Juni 2013 - 15:10 WIB
Bertambah, jumlah korban tewas bentrok demonstran & milisi di Benghazi
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah korban tewas dalam bentrokan antara demonstran dengan kaum milisi yang didukung oleh Kementerian Pertahanan Libya di timur Kota Benghazi bertambah 11 orang, Minggu (9/6/2013). Dengan demikian, jumlah korban tewas menjadi 28 jiwa.
"Sejauh ini kami telah menerima 28 orang korban jiwa dan 60 orang luka-luka," ungkap seorang dokter di Rumah Sakit Al-Jala kepada AFP.
Seperti dilaporkan Reuters, puluhan pemrotes berdemonstrasi di luar Markas Besar Brigade Perisai Libya mencoba mengusir dan menuntut dibubarkannya kaum milisi yang belum juga meletakkan senjata mereka setelah dua tahun runtuhnya rezim diktator Muammar Khaddafi.
Mereka mengepung kantor pusat dan meminta pasukan keamanan reguler masuk ke dalam gedung tersebut.
Adel Tarhuni, Juru Bicara Brigade Perisai Libya mengatakan, serangan tersebut menewaskan satu anggota Brigade Perisai Libya dan melukai tujuh orang lainnya.
Tarhuni yang membela legistimasi Brigade Perisai Libya mengatakan, kelompok ini resmi dan berada dibawah naungan Kementerian Pertahanan Libya."Aksi demonstrasi di depan markas kami menjadi ricuh karena kerumunan demonstran telah disusupi oleh agresor bersenjata. Para penyusup itu tidak hanya menembaki bagian luar gedung tapi juga meledakan bom," jelasnya.
Kolonel Ali al-Shikhi, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Libya mengatakan, serangan terhadap Brigade Perisai Libya adalah serangan terhadap pemerintah Libya. Sebab, mereka adalah kekuatan tentara cadangan Libya. "Insiden penyerangan ini sangat serius dan pemerintah meminta semua pihak untuk menahan diri," imbuh Shikhi.
"Sejauh ini kami telah menerima 28 orang korban jiwa dan 60 orang luka-luka," ungkap seorang dokter di Rumah Sakit Al-Jala kepada AFP.
Seperti dilaporkan Reuters, puluhan pemrotes berdemonstrasi di luar Markas Besar Brigade Perisai Libya mencoba mengusir dan menuntut dibubarkannya kaum milisi yang belum juga meletakkan senjata mereka setelah dua tahun runtuhnya rezim diktator Muammar Khaddafi.
Mereka mengepung kantor pusat dan meminta pasukan keamanan reguler masuk ke dalam gedung tersebut.
Adel Tarhuni, Juru Bicara Brigade Perisai Libya mengatakan, serangan tersebut menewaskan satu anggota Brigade Perisai Libya dan melukai tujuh orang lainnya.
Tarhuni yang membela legistimasi Brigade Perisai Libya mengatakan, kelompok ini resmi dan berada dibawah naungan Kementerian Pertahanan Libya."Aksi demonstrasi di depan markas kami menjadi ricuh karena kerumunan demonstran telah disusupi oleh agresor bersenjata. Para penyusup itu tidak hanya menembaki bagian luar gedung tapi juga meledakan bom," jelasnya.
Kolonel Ali al-Shikhi, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Libya mengatakan, serangan terhadap Brigade Perisai Libya adalah serangan terhadap pemerintah Libya. Sebab, mereka adalah kekuatan tentara cadangan Libya. "Insiden penyerangan ini sangat serius dan pemerintah meminta semua pihak untuk menahan diri," imbuh Shikhi.
(esn)