AS evaluasi info Perancis soal senjata kimia di Suriah
Jum'at, 07 Juni 2013 - 01:38 WIB
AS evaluasi info Perancis soal senjata kimia di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) sedang mengevaluasi informasi yang diterima dari Perancis, yang menyatakan Perancis telah mendapatkan bukti kalau senjata kimia telah digunakan di Suriah.
"Saya dapat mengkonfirmasikan pada Anda, bahwa kami telah menerima informasi dari Perancis," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, Kamis (6/6/2013). Sebelumnya, para pejabat Perancis mengatakan, kalau mereka memiliki bukti bahwa gas sarin telah digunakan di Suriah.
"Kami akan melihat dari dekat soal ini, seperti kita melihat dari dekat pada setiap informasi yang diberikan. Dan, kami selalu menyarankan setiap negara untuk memberikan informasi kepada PBB untuk penyelidikan penuh mereka," lanjut Psaki, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Tapi, Psaki memperingatkan, bahwa AS tidak berniat untuk "mengevaluasi di depan umum" informasi apa pun yang diterima dari Paris."Kami masih mencari finalisasi fakta, melihat cara untuk mengkonfirmasikan fakta," katanya.
Ia menyangkal, bahwa pemeriksaan lebih lanjut soal informasi Perancis ini adalah bentuk keraguan pada kredibilitas Perancis. "Kami sedang melakukan penyelidikan sendiri tentang hal ini," tegas Psaki.
Presiden AS, Barack Obama telah mengatakan, bahwa setiap penggunaan senjata kimia dalam konflik Suriah, akan melanggar "garis merah" yang ditetapkan AS. Di tengah tekanan bagi AS untuk bertindak, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry meminta Perancis untuk berbagi bukti-bukti penggunaan senjata kimia.
"Saya dapat mengkonfirmasikan pada Anda, bahwa kami telah menerima informasi dari Perancis," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, Kamis (6/6/2013). Sebelumnya, para pejabat Perancis mengatakan, kalau mereka memiliki bukti bahwa gas sarin telah digunakan di Suriah.
"Kami akan melihat dari dekat soal ini, seperti kita melihat dari dekat pada setiap informasi yang diberikan. Dan, kami selalu menyarankan setiap negara untuk memberikan informasi kepada PBB untuk penyelidikan penuh mereka," lanjut Psaki, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Tapi, Psaki memperingatkan, bahwa AS tidak berniat untuk "mengevaluasi di depan umum" informasi apa pun yang diterima dari Paris."Kami masih mencari finalisasi fakta, melihat cara untuk mengkonfirmasikan fakta," katanya.
Ia menyangkal, bahwa pemeriksaan lebih lanjut soal informasi Perancis ini adalah bentuk keraguan pada kredibilitas Perancis. "Kami sedang melakukan penyelidikan sendiri tentang hal ini," tegas Psaki.
Presiden AS, Barack Obama telah mengatakan, bahwa setiap penggunaan senjata kimia dalam konflik Suriah, akan melanggar "garis merah" yang ditetapkan AS. Di tengah tekanan bagi AS untuk bertindak, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry meminta Perancis untuk berbagi bukti-bukti penggunaan senjata kimia.
(esn)