Sebulan lagi Korut kembali produksi plutonium
Selasa, 04 Juni 2013 - 12:56 WIB
Sebulan lagi Korut kembali produksi plutonium
A
A
A
Sindonews.com - Korea Utara (Korut) dalam waktu satu atau dua bulan lagi kemungkinan akan kembali mengoperasikan reaktor untuk memproduksi plutonium. Dengan itu, sangat mungkin bagi Korut untuk meningkatkan kemampuannya guna memproduksi senjata nuklir, demikian diungkapkan lembaga riset Korea-AS Universitas Johns Hopkins.
Menurut analisis hasil pencitraan satelit terbaru yang dilakukan oleh Jeffrey Lewis dan Nick Hansen dari 38 North lembaga riset Intitute Korea-AS Universitas Johns Hopkins, Korut telah membuat kemajuan yang signifikan di situs reaktor nuklir Yongbyon, termasuk reaktor gas grafit lima megawatt.
Korut juga mungkin telah selesai membangun bagian terpenting dari sebuah reaktor nuklir, yakni sistem pendingin."Reaktor nuklir lima megawatt mungkin akan aktif kembali dalam waktu 1-2 bulan mendatang. Tapi, belum jelas apakah bahan bakar untuk mengaktifkan raktor tersebut sudah tersedia," demikian dikatakan lembaga riset 38 North dalam situs blog.
"Jika reaktor tersebut beroperasi normal, fasilitas tersebut mampu menghasilkan sekitar 6 kg plutonium setiap tahunnya, dengan itu Korut mampu membuat senjata nuklir," sebut lembaga riset 38 North.
Lembaga itu lantas mengatakan, bahwa produksi plutonium tersebut dapat terhambat jika Korut kekurangan bahan bakar.
Rencana Korut untuk mengaktifkan kembali reaktor nuklir Yongbyon yang sempat ditutup pada 2007 silam disampaikan pada April lalu. Juru Bicara Departemen Jenderal Energi Atom Korut mengatakan, langkah tersebut merupakan hasil keputusan pertemuan Komite Sentral Partai Buruh yang menyerukan agar negara dapat mencapai swasembada industri tenaga nuklir.
Nantinya, perkembangan tersebut diharapkan bisa menyelesaikan masalah kekurangan listrik akut dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kemampuan produksi senjata atom. Dengan peningkatan kemampuan senjata atom, Korut berharap dapat berperan lebih menonjol untuk mengupayakan denuklirisasi di tinggkat global.
Seperti diketahui, pada Juli 2007 demi mandapatkan bantuan dari pihak asing, Korut dengan enam negara kekuatan dunia sepakat untuk menutup reaktor Yongbyon. Kemudian pada musim panas berikutnya, Korut menghancurkan menara pendingin reaktor nuklir tersebut.
Menurut analisis hasil pencitraan satelit terbaru yang dilakukan oleh Jeffrey Lewis dan Nick Hansen dari 38 North lembaga riset Intitute Korea-AS Universitas Johns Hopkins, Korut telah membuat kemajuan yang signifikan di situs reaktor nuklir Yongbyon, termasuk reaktor gas grafit lima megawatt.
Korut juga mungkin telah selesai membangun bagian terpenting dari sebuah reaktor nuklir, yakni sistem pendingin."Reaktor nuklir lima megawatt mungkin akan aktif kembali dalam waktu 1-2 bulan mendatang. Tapi, belum jelas apakah bahan bakar untuk mengaktifkan raktor tersebut sudah tersedia," demikian dikatakan lembaga riset 38 North dalam situs blog.
"Jika reaktor tersebut beroperasi normal, fasilitas tersebut mampu menghasilkan sekitar 6 kg plutonium setiap tahunnya, dengan itu Korut mampu membuat senjata nuklir," sebut lembaga riset 38 North.
Lembaga itu lantas mengatakan, bahwa produksi plutonium tersebut dapat terhambat jika Korut kekurangan bahan bakar.
Rencana Korut untuk mengaktifkan kembali reaktor nuklir Yongbyon yang sempat ditutup pada 2007 silam disampaikan pada April lalu. Juru Bicara Departemen Jenderal Energi Atom Korut mengatakan, langkah tersebut merupakan hasil keputusan pertemuan Komite Sentral Partai Buruh yang menyerukan agar negara dapat mencapai swasembada industri tenaga nuklir.
Nantinya, perkembangan tersebut diharapkan bisa menyelesaikan masalah kekurangan listrik akut dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kemampuan produksi senjata atom. Dengan peningkatan kemampuan senjata atom, Korut berharap dapat berperan lebih menonjol untuk mengupayakan denuklirisasi di tinggkat global.
Seperti diketahui, pada Juli 2007 demi mandapatkan bantuan dari pihak asing, Korut dengan enam negara kekuatan dunia sepakat untuk menutup reaktor Yongbyon. Kemudian pada musim panas berikutnya, Korut menghancurkan menara pendingin reaktor nuklir tersebut.
(esn)