Luncurkan serangan ke Homs, 28 pemberontak Suriah tewas
Minggu, 02 Juni 2013 - 20:22 WIB
Luncurkan serangan ke Homs, 28 pemberontak Suriah tewas
A
A
A
Sindonews.com - Tentara Pemerintah Suriah berhasil memukul mundur serangan pemberontak ke pusat Provinsi Homs, Minggu (2/6/2013). Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, sebanyak 28 pemberontak dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
"Jumlah pemberontak Suriah yang tewas dalam penyergapan dan bentrok di pinggiran Kafr Nan meningkat menjadi 28 jiwa," ungkap Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris dalam sebuah pernyataan.
Rahmi Abdel Rahman, Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan kepada AFP, bahwa pemberontak yang menguasai wilayah Rastan dan sebagian besar wilayah Houla, dua kota yang berasa di sebelah Desa Kafr Nan, telah melancarkan serangan ke desa tersebut.
Tentara Suriah berhasil memukul mundur pemberontak dari Desa yang mayoritas penduduknya adalah pengikut Alawit, salah satu cabang ajaran Syiah yang juga dianut oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Pemberontak juga melancarkan serangan ke sebuah pos pemeriksaan militer di luar Kota Talbisseh, Provinsi Homs utara.
"Sebanyak enam tentara Suriah dilaporkan tewas dalam pertempuran itu. Meski telah jatuh korban dari pihak militer, tapi pemberontak tetap tidak dapat merebut kendali atas pos pemeriksaan tersebut," ungkap Rahman.
Pertempuran antara kedua belah pihak yang berseteru terus berlanjut hingga hari ini di selatan Homs, wilayah Suriah yang berbatasan dengan Libanon. Kekuatan tentara Suriah kian bertambah berkat bala bantuan yang terus meningkat.
Sejumlah pihak yang menyalurkan bantuah mengungkapkan keprihatinan atas pertempuran itu. Sebab, ribuan warga sipil diyakini terperangkap dalam kota dan tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Sekitar 1.500 orang diyakini terluka dalam pertempuran itu.
Rahman mengatakan, serangan sengit yang diluncurkan pemberontak dilakukan untuk mengurangi peningkatan tekanan tentara Suriah dalam pertemuran di Kota Qusayr, wilayah yang menjadi fokus gempuran militer dalam dua pekan terakhir.
"Jumlah pemberontak Suriah yang tewas dalam penyergapan dan bentrok di pinggiran Kafr Nan meningkat menjadi 28 jiwa," ungkap Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris dalam sebuah pernyataan.
Rahmi Abdel Rahman, Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan kepada AFP, bahwa pemberontak yang menguasai wilayah Rastan dan sebagian besar wilayah Houla, dua kota yang berasa di sebelah Desa Kafr Nan, telah melancarkan serangan ke desa tersebut.
Tentara Suriah berhasil memukul mundur pemberontak dari Desa yang mayoritas penduduknya adalah pengikut Alawit, salah satu cabang ajaran Syiah yang juga dianut oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Pemberontak juga melancarkan serangan ke sebuah pos pemeriksaan militer di luar Kota Talbisseh, Provinsi Homs utara.
"Sebanyak enam tentara Suriah dilaporkan tewas dalam pertempuran itu. Meski telah jatuh korban dari pihak militer, tapi pemberontak tetap tidak dapat merebut kendali atas pos pemeriksaan tersebut," ungkap Rahman.
Pertempuran antara kedua belah pihak yang berseteru terus berlanjut hingga hari ini di selatan Homs, wilayah Suriah yang berbatasan dengan Libanon. Kekuatan tentara Suriah kian bertambah berkat bala bantuan yang terus meningkat.
Sejumlah pihak yang menyalurkan bantuah mengungkapkan keprihatinan atas pertempuran itu. Sebab, ribuan warga sipil diyakini terperangkap dalam kota dan tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Sekitar 1.500 orang diyakini terluka dalam pertempuran itu.
Rahman mengatakan, serangan sengit yang diluncurkan pemberontak dilakukan untuk mengurangi peningkatan tekanan tentara Suriah dalam pertemuran di Kota Qusayr, wilayah yang menjadi fokus gempuran militer dalam dua pekan terakhir.
(esn)