Konferensi perdamaian di Teheran tanpa dihadiri wakil Suriah
Kamis, 30 Mei 2013 - 01:47 WIB
Konferensi perdamaian di Teheran tanpa dihadiri wakil Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Konferensi internasional untuk membahas masalah Suriah dilangsungkan di Teheran, Iran, Rabu (29/5/2013). Namun, konferensi ini tidak dihadiri oleh kedua belah pihak yang bertikai di Suriah.
Tidak ada alasan resmi yang diungkapkan oleh Iran soal absennya wakil Pemerintah Suriah dan pemberontak Suriah dalam konferensi ini. Tapi, delegasi dari sekitar 40 negara dilaporkan hadir dalam konferensi ini, di antaranya delegasi dari Rusia, Nikaragua, Venezuela, Organisasi Kerjasama Islam, dan Uganda.
"Untuk solusi politik, semua kekerasan dan konflik harus segera diakhiri," kata Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi saat membuka konferensi ini. “Yang penting adalah, bahwa mengakhiri krisis ini dimungkinkan melalui solusi politik berdasarkan negosiasi dan bukan pendekatan militer," lanjutnya.
Dia juga meminta pendukung pemberontak Suriah, tanpa menyebut negara manapun, untuk "menghentikan pengiriman senjata ke Suriah". Iran sendiri dituduh oleh negara-negara Barat dan Arab telah memasok senjata dan mengirim pasukan untuk membantu rezim Presiden Bashar al-Assad.
Konferensi di Iran ini digelar, di tengah upaya negara-negara Barat, seperti Perancis dan Amerika Serikat, untuk mengadakan konferensi perdamaian bagi konflik Suriah. Konferensi yang digagas AS dan Perancis ini direncanakan berlangsung pada awal Juni mendatang.
Tidak ada alasan resmi yang diungkapkan oleh Iran soal absennya wakil Pemerintah Suriah dan pemberontak Suriah dalam konferensi ini. Tapi, delegasi dari sekitar 40 negara dilaporkan hadir dalam konferensi ini, di antaranya delegasi dari Rusia, Nikaragua, Venezuela, Organisasi Kerjasama Islam, dan Uganda.
"Untuk solusi politik, semua kekerasan dan konflik harus segera diakhiri," kata Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi saat membuka konferensi ini. “Yang penting adalah, bahwa mengakhiri krisis ini dimungkinkan melalui solusi politik berdasarkan negosiasi dan bukan pendekatan militer," lanjutnya.
Dia juga meminta pendukung pemberontak Suriah, tanpa menyebut negara manapun, untuk "menghentikan pengiriman senjata ke Suriah". Iran sendiri dituduh oleh negara-negara Barat dan Arab telah memasok senjata dan mengirim pasukan untuk membantu rezim Presiden Bashar al-Assad.
Konferensi di Iran ini digelar, di tengah upaya negara-negara Barat, seperti Perancis dan Amerika Serikat, untuk mengadakan konferensi perdamaian bagi konflik Suriah. Konferensi yang digagas AS dan Perancis ini direncanakan berlangsung pada awal Juni mendatang.
(esn)