Rusia peringatkan efek negatif suplai senjata bagi pemberontak Suriah
Rabu, 29 Mei 2013 - 02:04 WIB
Rusia peringatkan efek negatif suplai senjata bagi pemberontak Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Upaya untuk mendukung oposisi Suriah tak ubahnya memberikan bahan bakar bagi api konflik di Suriah. Demikian dinyatakan oleh Alexander Grushko, diplomat senior yang juga utusan khusus Rusia untuk NATO, Selasa (28/5/2013).
“Untuk mengakhiri krisis berkepanjangan di Suriah, perlu sikap menahan diri untuk memberikan senjata atau dukungan lain bagi oposisi. Sebab, langkah tersebut meningkatkan ketegangan,” kata Grushko, seperti dikutip dari Xinhua.
Grushko berbicara sehari setelah pengumuman keputusan oleh Uni Eropa untuk mencabut embargo senjata terhadap Suriah, sehingga dapat mendukung kekuatan oposisi di negara itu. Grushko menambahkan, bahwa Rusia akan terus menghormati kontrak dengan Damaskus soal kerjasama teknis militer.
"Kami akan melaksanakan kontrak yang telah kami ditandatangani. Rusia bertindak benar dalam aturan internasional," kata Grushko. Menurutnya, tidak ada niat Rusia untuk mengubah keseimbangan kekuasaan di Suriah.
Sementara itu, Turki menyambut baik pencabutan embargo senjata atas Suriah. Hal ini disampaikan oleh Presiden Turki, Abdullah Gul. “Turki menyambut dukungan masyarakat internasional terhadap oposisi (Suriah)," ujarnya.
“Untuk mengakhiri krisis berkepanjangan di Suriah, perlu sikap menahan diri untuk memberikan senjata atau dukungan lain bagi oposisi. Sebab, langkah tersebut meningkatkan ketegangan,” kata Grushko, seperti dikutip dari Xinhua.
Grushko berbicara sehari setelah pengumuman keputusan oleh Uni Eropa untuk mencabut embargo senjata terhadap Suriah, sehingga dapat mendukung kekuatan oposisi di negara itu. Grushko menambahkan, bahwa Rusia akan terus menghormati kontrak dengan Damaskus soal kerjasama teknis militer.
"Kami akan melaksanakan kontrak yang telah kami ditandatangani. Rusia bertindak benar dalam aturan internasional," kata Grushko. Menurutnya, tidak ada niat Rusia untuk mengubah keseimbangan kekuasaan di Suriah.
Sementara itu, Turki menyambut baik pencabutan embargo senjata atas Suriah. Hal ini disampaikan oleh Presiden Turki, Abdullah Gul. “Turki menyambut dukungan masyarakat internasional terhadap oposisi (Suriah)," ujarnya.
(esn)