Pemimpin oposisi Venezuela tetap tolak akui kekalahan
Kamis, 25 April 2013 - 21:43 WIB
Pemimpin oposisi Venezuela tetap tolak akui kekalahan
A
A
A
Sindonews.com – Pemimpin oposisi Venezuela, Henrique Capriles, tetap menolak untuk mengakui kekalahan pihaknya dalam pemilihan presiden yang berlangsung di negara itu baru-baru ini. Capriles menuduh kubu pemenang, Nicolas Maduro telah mencuri hasil pilpres.
“Yang sebenarnya, Anda (Maduro) telah mencuri pilpres. Itulah yang sesungguhnya. Anda mencuri proses pemilihan dan Anda harus menjelaskannya pada negara ini dan dunia,” tandas Capriles dalam sebuah konferensi pers, Kamis (25/4/2013).
Maduro, pewaris politik Hugo Chavez, memenangkan pilpres 14 April dan menggantikan posisi Chavez sebagai Presiden Venezulea dengan perolehan suara yang sangat tipis dengan raihan Capriles, yakni hanya terpaut 1,8 persen.
Tapi, kubu oposisi menuduh pihak Maduro telah melakukan penipuan dengan menggandakan suarat suara dan menggunakan suara orang yang telah meninggal dunia. Capriles menuntut bahwa Dewan Pemilihan Nasional untuk mulai meninjau proses pemungutan suara dan proses pemilu.
Capriles ingin dilakukan penghitungan ulang penuh, hal yang tak mungkin untuk dilakukan menurut Dewan Pemilihan Nasional.
“Kami berikan batas waktu bagi Anda (Dewan Pemilihan Nasional), yakni besok. Kami tak mau menunggu lagi,” tegas Capriles dalam pidato yang disiarkan secara nasional. "Anda (Dewan Pemilihan Nasional) membuat komitmen kepada rakyat Venezuela, demikian juga dengan saya,” tandasnya.
“Yang sebenarnya, Anda (Maduro) telah mencuri pilpres. Itulah yang sesungguhnya. Anda mencuri proses pemilihan dan Anda harus menjelaskannya pada negara ini dan dunia,” tandas Capriles dalam sebuah konferensi pers, Kamis (25/4/2013).
Maduro, pewaris politik Hugo Chavez, memenangkan pilpres 14 April dan menggantikan posisi Chavez sebagai Presiden Venezulea dengan perolehan suara yang sangat tipis dengan raihan Capriles, yakni hanya terpaut 1,8 persen.
Tapi, kubu oposisi menuduh pihak Maduro telah melakukan penipuan dengan menggandakan suarat suara dan menggunakan suara orang yang telah meninggal dunia. Capriles menuntut bahwa Dewan Pemilihan Nasional untuk mulai meninjau proses pemungutan suara dan proses pemilu.
Capriles ingin dilakukan penghitungan ulang penuh, hal yang tak mungkin untuk dilakukan menurut Dewan Pemilihan Nasional.
“Kami berikan batas waktu bagi Anda (Dewan Pemilihan Nasional), yakni besok. Kami tak mau menunggu lagi,” tegas Capriles dalam pidato yang disiarkan secara nasional. "Anda (Dewan Pemilihan Nasional) membuat komitmen kepada rakyat Venezuela, demikian juga dengan saya,” tandasnya.
(esn)