Korsel peringatkan Korut soal zona industri Kaesong
Kamis, 25 April 2013 - 20:42 WIB
Korsel peringatkan Korut soal zona industri Kaesong
A
A
A
Sindonews.com – Korea Selatan (Korsel) kembali menawarkan perundingan pada Korea Utara (Korut), Kamis (25/4/2013). Kali ini, tawaran diajukan untuk melakukan pembicaraan formal mengenai operasional zona industri gabungan Kaesong.
Korsel mengatakan, mereka menawarkan pembicaraan tingkat komite kerja untuk menyelesaikan kebuntuan di Kaesong. Tapi, tawaran itu datang dengan ultimatum, bahwa Korsel akan mengambil "tindakan serius" jika Pyongyang gagal untuk menerima proposal tersebut dalam waktu 24 jam.
"Tidak ada perubahan sikap pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan di Kaesong, zona itu tetap harus dipelihara dan dikembangkan," kata Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Kim Hyung-Seok.
"Tapi, kita tidak bisa membiarkan situasi ini di Kaesong terus seperti itu," lanjutnya. Hyung-seok tidak menguraikan apa langkah-langkah yang mungkin diambil. Tapi, Korsel dilaporkan tengah mempertimbangkan penarikan permanen dari zona yang biasanya mempekerjakan 53 ribu pekerja Korut di 123 perusahaan Korsel tersebut.
Zona industri gabungan ini dibuka pada 2004 dan terletak 10 km masuk ke wilayah Korut dari perbatasan kedua negara. Selama ini, zona industri Kaesong menjadi sumber pemasukan bagi puluhan ribu warga Korut yang hidup dalam kemiskinan.
Korsel mengatakan, mereka menawarkan pembicaraan tingkat komite kerja untuk menyelesaikan kebuntuan di Kaesong. Tapi, tawaran itu datang dengan ultimatum, bahwa Korsel akan mengambil "tindakan serius" jika Pyongyang gagal untuk menerima proposal tersebut dalam waktu 24 jam.
"Tidak ada perubahan sikap pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan di Kaesong, zona itu tetap harus dipelihara dan dikembangkan," kata Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Kim Hyung-Seok.
"Tapi, kita tidak bisa membiarkan situasi ini di Kaesong terus seperti itu," lanjutnya. Hyung-seok tidak menguraikan apa langkah-langkah yang mungkin diambil. Tapi, Korsel dilaporkan tengah mempertimbangkan penarikan permanen dari zona yang biasanya mempekerjakan 53 ribu pekerja Korut di 123 perusahaan Korsel tersebut.
Zona industri gabungan ini dibuka pada 2004 dan terletak 10 km masuk ke wilayah Korut dari perbatasan kedua negara. Selama ini, zona industri Kaesong menjadi sumber pemasukan bagi puluhan ribu warga Korut yang hidup dalam kemiskinan.
(esn)