Perancis kecam serangan bom yang menimpa kedutaannya di Libya
Selasa, 23 April 2013 - 17:27 WIB
Perancis kecam serangan bom yang menimpa kedutaannya di Libya
A
A
A
Sindonewscom - Pemerintah Perancis mengecam serangan bom mobil yang terjadi di depan Kedutaannya Tripoli, Libya, Selasa (23/4/2013). Laurent Fabius, Menteri Luar Negeri Perancis menyebut ledakan bom yang melukai petugas keamanan itu sebagai sebuah serangan yang sangat keji.
"Pemerintah Perancis mengecam sebuah serangan bom yang sangat keji di Kedutaan Perancis di Tripoli. Kami akan melakukan segala cara untuk menangkap pelaku penyerangan ini," ungkap Fabius, seperti dilansir Reuters.
"Saya meyampaikan rasa solidaritas dan simpati yang sangat mendalam kepada dua orang penjaga kedutaan Perancis yang terluka akibat serangan bom tersebut. Saya berharap keduanya segera pulih dari luka-lukanya," imbuh Fabius.
Seperti diketahui, sebuah mobil yang telah dipasangi bom meledak di Kedutaan Perancis di Hay Andalus, Tripoli, Libya, Selasa (23/4/2013) pukul 7 pagi waktu setempat. Tidak ada korban tewas dalam ledakan tersebut, hanya saja melukai beberapa petugas keamanan kedutaan.
Serangan bom di Kedutaan Perancis di Tripoli iini merupakan yang pertama sejak mantan Presiden Muammar Gaddafi terguling pada 2011 lalu. Serangan yang terjadi di wilayah yang dianggap memiliki tingkat keamanan lebih baik ini dianggap sebagai sebuah ancaman serius terhadap keselamatan jiwa misi diplomatik di Tripoli.
Sejak penyerangan konsulat Amerika Serikat (AS) di Benghazi, Libya, September lalu yang menewaskan Duta Besar AS dan tiga staf kedutaan lainya, pengamanan di tempat perwakilan misi diplomatik memang diperketat. Saat ini, misi diplomati telah menjadi target baru aksi penyerangan di Libya.
"Pemerintah Perancis mengecam sebuah serangan bom yang sangat keji di Kedutaan Perancis di Tripoli. Kami akan melakukan segala cara untuk menangkap pelaku penyerangan ini," ungkap Fabius, seperti dilansir Reuters.
"Saya meyampaikan rasa solidaritas dan simpati yang sangat mendalam kepada dua orang penjaga kedutaan Perancis yang terluka akibat serangan bom tersebut. Saya berharap keduanya segera pulih dari luka-lukanya," imbuh Fabius.
Seperti diketahui, sebuah mobil yang telah dipasangi bom meledak di Kedutaan Perancis di Hay Andalus, Tripoli, Libya, Selasa (23/4/2013) pukul 7 pagi waktu setempat. Tidak ada korban tewas dalam ledakan tersebut, hanya saja melukai beberapa petugas keamanan kedutaan.
Serangan bom di Kedutaan Perancis di Tripoli iini merupakan yang pertama sejak mantan Presiden Muammar Gaddafi terguling pada 2011 lalu. Serangan yang terjadi di wilayah yang dianggap memiliki tingkat keamanan lebih baik ini dianggap sebagai sebuah ancaman serius terhadap keselamatan jiwa misi diplomatik di Tripoli.
Sejak penyerangan konsulat Amerika Serikat (AS) di Benghazi, Libya, September lalu yang menewaskan Duta Besar AS dan tiga staf kedutaan lainya, pengamanan di tempat perwakilan misi diplomatik memang diperketat. Saat ini, misi diplomati telah menjadi target baru aksi penyerangan di Libya.
(esn)