Polisi Kanada tangkap 2 orang yang berencana celakakan kereta penumpang
Selasa, 23 April 2013 - 17:09 WIB
Polisi Kanada tangkap 2 orang yang berencana celakakan kereta penumpang
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Kanada mengaku telah menangkap dua orang pria yang berniat buruk mengelincirkan kereta penumpang dalam jalur wilayah Toronto, Senin (22/4/2013). Polisi Kanada meyakini, operasi yang akan dilacarkan oleh kedua orang tersebut didukung oleh unsur-unsur al-Qaeda di Iran.
"Jika saja rencana tersebut dilaksanakan, mungkin akan menyebabkan banyak orang tidak bersalah luka-luka atau tewas," ungkap James Malizia, Polisi Berkuda Kerajaan Kanada (RCMP) seperti dilansir Reuters, Selasa (23/4/2013).
RCMP mengatakan, dua pria yang ditangkap adalah Chiheb Esseghaier (30) dari Montreal dan Raed Jaser (35) dari Toronto. "Keduanya tidak terkait dengan serangan bom Boston Marathon yang terjadi pekan lalu." ungkap RCMP.
RCMP tidak menyebutkan kewarganegaraan kedua orang tersebut. Berdasarkan penyidikan awal, salah satu dari pria tersebut berasal dari Tunisia. Penangkapan tersebut terbantu dengan adanya informasi yang diberikan oleh komunitas muslim di Kanada selama setahun belakangan.
Hari ini akan digelar sidang peradilan perdana bagi kedua pria tersebut. "Esseghaier sejak 2010 berstatus mahasiswi doktoral di Institut National de la Recherche Scientifique, dekat Montreal. Dia mengambil gelar PhD di bidang energi dan kebendaan," ungkap Julie Martineau, Direktur Ilmu Komunikasi.
Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan, serangan bom tersebut menargetkan kereta yang melayani jalur perjalanan New York - AS, kereta tersebut akah melewati negara bagian penghasil anggur dan memasuki wilayah dekat air terjun Niagara.
Pasca penangkapan dua pria tersebut, agen mata-mata Kanada mengungkapkan keprihatin atas kemungkinan bahwa warga Kanada yang radikal mampu melancarkan serangan di dalam dan di luar negeri. "Penangkapan yang terjadi hari ini, menunjukan aksi terorisme tetap menjadi ancaman nyata bagi Kanada," ungkap Vic Toews, Menteri Keamanan Kanada.
"Pemerintah tidak akan pernah mentoleris aksi terorisme dan tidak akan membiarkan negara ini menjadi tempat yang aman bagi para teroris ataupun mereka yang mendukung kegiatan teror," imbuh Toews.
"Jika saja rencana tersebut dilaksanakan, mungkin akan menyebabkan banyak orang tidak bersalah luka-luka atau tewas," ungkap James Malizia, Polisi Berkuda Kerajaan Kanada (RCMP) seperti dilansir Reuters, Selasa (23/4/2013).
RCMP mengatakan, dua pria yang ditangkap adalah Chiheb Esseghaier (30) dari Montreal dan Raed Jaser (35) dari Toronto. "Keduanya tidak terkait dengan serangan bom Boston Marathon yang terjadi pekan lalu." ungkap RCMP.
RCMP tidak menyebutkan kewarganegaraan kedua orang tersebut. Berdasarkan penyidikan awal, salah satu dari pria tersebut berasal dari Tunisia. Penangkapan tersebut terbantu dengan adanya informasi yang diberikan oleh komunitas muslim di Kanada selama setahun belakangan.
Hari ini akan digelar sidang peradilan perdana bagi kedua pria tersebut. "Esseghaier sejak 2010 berstatus mahasiswi doktoral di Institut National de la Recherche Scientifique, dekat Montreal. Dia mengambil gelar PhD di bidang energi dan kebendaan," ungkap Julie Martineau, Direktur Ilmu Komunikasi.
Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan, serangan bom tersebut menargetkan kereta yang melayani jalur perjalanan New York - AS, kereta tersebut akah melewati negara bagian penghasil anggur dan memasuki wilayah dekat air terjun Niagara.
Pasca penangkapan dua pria tersebut, agen mata-mata Kanada mengungkapkan keprihatin atas kemungkinan bahwa warga Kanada yang radikal mampu melancarkan serangan di dalam dan di luar negeri. "Penangkapan yang terjadi hari ini, menunjukan aksi terorisme tetap menjadi ancaman nyata bagi Kanada," ungkap Vic Toews, Menteri Keamanan Kanada.
"Pemerintah tidak akan pernah mentoleris aksi terorisme dan tidak akan membiarkan negara ini menjadi tempat yang aman bagi para teroris ataupun mereka yang mendukung kegiatan teror," imbuh Toews.
(esn)