Militer Nigeria bentrok dengan militan Islam, puluhan tewas
Senin, 22 April 2013 - 22:14 WIB
Militer Nigeria bentrok dengan militan Islam, puluhan tewas
A
A
A
Sindonews.com – Puluhan orang tewas dalam pertempuran sengit antara militer Nigeria dengan kaum militan Islam, Senin (22/4/2013). Bentrokan terjadi, setelah tentara Nigeria menyerbu sebuah tempat persembunyian pemberontak di timur laut negara itu.
Bentrok bersenjata ini terjadi di sebuah desa nelayan terpencil di wilayah Baga, negara bagian Borno. Daerah ini dikenal sebagai basis pemberontak Islam Boko Haram. Bentrokan ini juga telah memaksa warga untuk mengungsi ke kota.
“Pertempuran itu menewaskan puluhan orang," kata seorang pejabat pemerintah negara yang menolak disebutkan namanya, seperti dikutip dari Thenews.
Juru Bicara Militer Nigeria, Letnan Kolonel Sagir Musa mengatakan kepada AFP, bahwa laporan media yang menyebut 180 orang telah tewas dalam bentrokan itu, adalah hal yang terlalu berlebihan.
"Bisa saja ada beberapa korban, tetapi tidak terpikirkan untuk mengatakan bahwa 185 orang telah meninggal," kata Musa. “Atas dasar kehormatan saya sebagai seorang petugas, ini tidak seperti yang terjadi," tambahnya.
Kerusakan berat terlihat di seluruh desa, termasuk tanda-tanda bahwa telah terjadi kebakaran besar dalam pertempuran itu. Selain rumah-rumah penduduk, kehancuran juga terjadi di pasar dan fasilitas publik lainnya.
Bentrok bersenjata ini terjadi di sebuah desa nelayan terpencil di wilayah Baga, negara bagian Borno. Daerah ini dikenal sebagai basis pemberontak Islam Boko Haram. Bentrokan ini juga telah memaksa warga untuk mengungsi ke kota.
“Pertempuran itu menewaskan puluhan orang," kata seorang pejabat pemerintah negara yang menolak disebutkan namanya, seperti dikutip dari Thenews.
Juru Bicara Militer Nigeria, Letnan Kolonel Sagir Musa mengatakan kepada AFP, bahwa laporan media yang menyebut 180 orang telah tewas dalam bentrokan itu, adalah hal yang terlalu berlebihan.
"Bisa saja ada beberapa korban, tetapi tidak terpikirkan untuk mengatakan bahwa 185 orang telah meninggal," kata Musa. “Atas dasar kehormatan saya sebagai seorang petugas, ini tidak seperti yang terjadi," tambahnya.
Kerusakan berat terlihat di seluruh desa, termasuk tanda-tanda bahwa telah terjadi kebakaran besar dalam pertempuran itu. Selain rumah-rumah penduduk, kehancuran juga terjadi di pasar dan fasilitas publik lainnya.
(esn)