Menlu Korsel batal kunjungi Jepang
Senin, 22 April 2013 - 22:02 WIB
Menlu Korsel batal kunjungi Jepang
A
A
A
Sindonews.com – Korea Selatan (Korsel) membatalkan kunjungan Menteri Luar Negeri Yun Byung-se ke Tokyo, Jepang, Senin (22/4/2013). Pembatalan ini adalah bentuk protes Korsel atas kunjungan yang dilakukan sejumlah menteri kabinet Jepang ke kuil Yasukuni, kuil perang yang kontroversial.
"Kami mengungkapkan keprihatinan yang mendalam dan penyesalan atas kunjungan ke kuil yang memuliakan invasi yang menimbulkan kerugian besar dan penderitaan pada negara tetangga Jepang," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Korsel.
“Diskusi pada kunjungan ke Jepang pada akhir pekan ini oleh Menteri Luar Negeri Yun, dibatalkan sebagai bentuk protes,” kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel. Semula, Yun telah merencanakan untuk bertemu dengan Menlu Jepang, Fumio Kishida untuk membahas hubungan antara kedua negara di bawah kepemimpinan baru.
"Tapi, rencana itu telah dibatalkan setelah kunjungan pejabat Jepang," kata juru bicara itu. Sebelumnya, secara terpisah Wakil Perdana Menteri Jepang Taro Aso dan Kepala Komisi Keselamatan Publik Nasional Keiji Furuya, mengunjungi kuil Yasukuni pada akhir pekan lalu. Begitu juga dengan Menteri Dalam Negeri Jepang, Yoshitaka Shindo.
Selama ini, kuil Yasukuni telah memicu kontroversi. Di kuil itu dibangun untuk menghormati sekitar 2,5 juta tentara Jepang, termasuk 14 pemimpin yang dianggap sebagian negara Asia, terutama Korsel dan China, sebagai penjahat perang.
Pemerintah Jepang sendiri menyatakan, kunjungan para pejabat itu bukan sikap pemerintah. Menurut Pemerintah Jepang, kunjungan dilakukan dalam kapasitas pribadi para menteri dan pemerintah tidak memiliki keterlibatan.
"Setiap negara memiliki posisi sendiri, dan hal semacam itu seharusnya tidak mempengaruhi diplomasi," kata Juru Bicara Pemerintah Jepang, Yoshihide Suga kepada para wartawan di Tokyo. "Menteri mengunjungi kuil sebagai warga negara, urusan pribadi mereka sendiri, dan pemerintah tidak akan mengomentari keputusan tersebut,” lanjutnya.
"Kami mengungkapkan keprihatinan yang mendalam dan penyesalan atas kunjungan ke kuil yang memuliakan invasi yang menimbulkan kerugian besar dan penderitaan pada negara tetangga Jepang," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Korsel.
“Diskusi pada kunjungan ke Jepang pada akhir pekan ini oleh Menteri Luar Negeri Yun, dibatalkan sebagai bentuk protes,” kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel. Semula, Yun telah merencanakan untuk bertemu dengan Menlu Jepang, Fumio Kishida untuk membahas hubungan antara kedua negara di bawah kepemimpinan baru.
"Tapi, rencana itu telah dibatalkan setelah kunjungan pejabat Jepang," kata juru bicara itu. Sebelumnya, secara terpisah Wakil Perdana Menteri Jepang Taro Aso dan Kepala Komisi Keselamatan Publik Nasional Keiji Furuya, mengunjungi kuil Yasukuni pada akhir pekan lalu. Begitu juga dengan Menteri Dalam Negeri Jepang, Yoshitaka Shindo.
Selama ini, kuil Yasukuni telah memicu kontroversi. Di kuil itu dibangun untuk menghormati sekitar 2,5 juta tentara Jepang, termasuk 14 pemimpin yang dianggap sebagian negara Asia, terutama Korsel dan China, sebagai penjahat perang.
Pemerintah Jepang sendiri menyatakan, kunjungan para pejabat itu bukan sikap pemerintah. Menurut Pemerintah Jepang, kunjungan dilakukan dalam kapasitas pribadi para menteri dan pemerintah tidak memiliki keterlibatan.
"Setiap negara memiliki posisi sendiri, dan hal semacam itu seharusnya tidak mempengaruhi diplomasi," kata Juru Bicara Pemerintah Jepang, Yoshihide Suga kepada para wartawan di Tokyo. "Menteri mengunjungi kuil sebagai warga negara, urusan pribadi mereka sendiri, dan pemerintah tidak akan mengomentari keputusan tersebut,” lanjutnya.
(esn)