Rayakan kemenangan Maduro, 7 warga Venezuela tewas ditembak
Rabu, 17 April 2013 - 13:23 WIB
Rayakan kemenangan Maduro, 7 warga Venezuela tewas ditembak
A
A
A
Sindonews.com - Pihak berwenang Venezueala melaporkan tujuh orang yang merayakan kemenangan kandidat presiden Nicolas Maduro, tewas ditembak, Selasa (16/4/2013). Kabarnya, dua di antara tujuh orang tersebut tewas ditembak oleh simpatisan kelompok oposisi Venezuela.
"Aksi penembakan terjadi saat simpatisan tengah merayakan kemanangan Maduro di sebuah wilayah kelas menengah di Ibu Kota. Satu dari tujuh korban tersebut, tewas setelah dilarikan ke klinik pemerintah," ungkap pihak berwenang Venezuela, seperti dilansir Reuters, Rabu (16/4/2013).
Di hari yang sama, aksi demonstrasi yang dilancarkan oleh kelompok oposisi di seluruh Venezuela berakhir bentrokan dengan petugas kepolisian. Kericuhan terjadi setelah demostran membakar sejumlah ban dan memblokir beberapa jalan di Ibu Kota.
Lebih dari 60 orang dilaporkan luka-luka, termasuk seorang wanita yang mencoba melancarkan aksi bakar diri. Usai bentrok, polisi mengatakan mereka telah menangkap 170 orang perusuh.
Maduro sangat marah saat mengetahui tujuh simpatisannya tewas ditembak. "Yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini adalah mereka yang menyerukan aksi kekerasan dan telah mengabaikan konstitusi dan lembaga negara," ungkap Maduro dalam sebuah pidato.
"Mereka telah merencanakan sebuah kudeta," imbuhnya.
"Aksi penembakan terjadi saat simpatisan tengah merayakan kemanangan Maduro di sebuah wilayah kelas menengah di Ibu Kota. Satu dari tujuh korban tersebut, tewas setelah dilarikan ke klinik pemerintah," ungkap pihak berwenang Venezuela, seperti dilansir Reuters, Rabu (16/4/2013).
Di hari yang sama, aksi demonstrasi yang dilancarkan oleh kelompok oposisi di seluruh Venezuela berakhir bentrokan dengan petugas kepolisian. Kericuhan terjadi setelah demostran membakar sejumlah ban dan memblokir beberapa jalan di Ibu Kota.
Lebih dari 60 orang dilaporkan luka-luka, termasuk seorang wanita yang mencoba melancarkan aksi bakar diri. Usai bentrok, polisi mengatakan mereka telah menangkap 170 orang perusuh.
Maduro sangat marah saat mengetahui tujuh simpatisannya tewas ditembak. "Yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini adalah mereka yang menyerukan aksi kekerasan dan telah mengabaikan konstitusi dan lembaga negara," ungkap Maduro dalam sebuah pidato.
"Mereka telah merencanakan sebuah kudeta," imbuhnya.
(esn)