Sekjen PBB minta Korut tak umbar ancaman nuklir
Jum'at, 05 April 2013 - 20:17 WIB
Sekjen PBB minta Korut tak umbar ancaman nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Sekjen PBB Ban Ki-moon mendesak Korea Utara (Korut) untuk mengendalikan ancaman nuklir. Ki-moon memperingatkan, bahwa setiap kesalahan perhitungan dapat menyebabkan akibat yang sangat serius.
“Laporan harian keamanan dan kemanusiaan dari Pyongyang benar-benar mengkhawatirkan dan mengganggu," kata Ki-moon dalam jumpa pers di Madrid, Kamis (4/4/2013), seperti dikutip dari AFP. "Ancaman Nuklir bukan permainan, itu sangat serius," kata Ki-moon kepada wartawan setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy.
"Saya pikir, mereka sudah terlalu jauh dalam retorika mereka dan saya khawatir bahwa jika terjadi salah pikiran dan salah perhitungan, ini akan memiliki implikasi yang sangat serius," lanjut Ki-moon pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Korea Selatan itu (Korsel).
Ki-moon mengaku, ia telah berulang kali meminta Korut untuk mengurangi ketegangan dan terlibat "secara proaktif dan konstruktif" untuk perdamaian dan keamanan di semenanjung Korea. Ia juga meminta semua pihak untuk bekerja sama guna meredakan ketegangan dan melakukan dialog terbuka.
Sebelumnya, militer Korut menyatakan, bahwa mereka telah menerima persetujuan dari Pemimpin Korut untuk melakukan semua tindakan yang mungkin, termasuk serangan nuklir dalam menghadapi provokasi dari Amerika Serikat dan Korsel.
“Laporan harian keamanan dan kemanusiaan dari Pyongyang benar-benar mengkhawatirkan dan mengganggu," kata Ki-moon dalam jumpa pers di Madrid, Kamis (4/4/2013), seperti dikutip dari AFP. "Ancaman Nuklir bukan permainan, itu sangat serius," kata Ki-moon kepada wartawan setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy.
"Saya pikir, mereka sudah terlalu jauh dalam retorika mereka dan saya khawatir bahwa jika terjadi salah pikiran dan salah perhitungan, ini akan memiliki implikasi yang sangat serius," lanjut Ki-moon pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Korea Selatan itu (Korsel).
Ki-moon mengaku, ia telah berulang kali meminta Korut untuk mengurangi ketegangan dan terlibat "secara proaktif dan konstruktif" untuk perdamaian dan keamanan di semenanjung Korea. Ia juga meminta semua pihak untuk bekerja sama guna meredakan ketegangan dan melakukan dialog terbuka.
Sebelumnya, militer Korut menyatakan, bahwa mereka telah menerima persetujuan dari Pemimpin Korut untuk melakukan semua tindakan yang mungkin, termasuk serangan nuklir dalam menghadapi provokasi dari Amerika Serikat dan Korsel.
(esn)