Cameron: Inggris masuk dalam ancaman rudal balistik Korut

Kamis, 04 April 2013 - 18:59 WIB
Cameron: Inggris masuk...
Cameron: Inggris masuk dalam ancaman rudal balistik Korut
A A A
Sindonews.com - Perdana Menteri Inggris, David Cameron memberikan peringatan keras kepada pemerintah mereka. Dia menilai keputusan bodoh jika Inggris meninggalkan senjata nuklir andalannya, Trident, di tengah meningkatnya ancaman nuklir dari rezim pemerintahan Korea Utara (Korut), Kamis (4/4/2013).

Dalam sebuah artikel yang dirilis dalam The Daily Telegraph hari ini, untuk pertama kalinya, Cameron berpikir bahwa Inggris mungkin berada dalam jangkauan rudal balistik Korut. Cameron mengatakan, ancaman bahaya akan serangan nuklir yang dihadapi Inggris telah meningkat sejak akhir perang dingin. Dia mengatakan, Inggris masih membutuhkan senjata pertahanan pamungkas untuk menanggulangi serangan tersebut.

Seperti diketahui, Partai Demokrat Liberal yang merupakan bagian dari Partai Buruh menentang proyek Partai Konservatif senilai 20 miliar pounsterling. Mereka menilai Trident tidak lagi relevan untuk menjawab tantangan geopolitik yang dihadapi Inggris. Kini masalah tersebut tengah dikaji oleh Sekretaris Kepala ke Departemen Keuangan, Danny Alexander.

"Hari ini, kita perlu menyediakan senjata penangkal nuklir sebanyak mungkin, seperti yang pernah kita lakukan sebelumnya. Tentu saja, kondisi dunia saat ini telah berubah dengan dramatis. Meski Uni Soviet sudah hancur, tapi ancaman atas serangan nuklir belum hilang," terang Cameron.

"Di tengah ketidakpastian resiko menjadi sangat potensial jika terjadi peningkatan situasi," imbuh Cameron.

Cameron lantas mengidentifikasikan Iran dan Korut sebagai dua ancaman yang sedang berkembang. "Iran terus menantang kehendak masyarakat internasional dan terus mengembangkan kemampuan nuklirnya. Sementara, rezim yang sangat tidak terduga itu baru-baru ini telah melakukan uji coba nuklir ketiga, diyakini sudah mampu menghasilkan lebih dari selusin senjata nuklir," keluh Cameron.

Saat mengujungi Angkatan Laut (AL) Vanguard Inggris dan kapal induk Inggris, HMS Victorious, dihadapan para AL tersebut Cameron lantas mempertanyakan, apakah saat ini adalah waktu yang tepat bagi Inggris untuk menyingkirkan Triden di saat ancaman tengah berkembang. Seperti diketahui, Partai Demokrat Liberal Inggris berkomitemen untuk menyingkirkan Triden dan mereka sedang mulai bekerja mengusahakan hal tersebut. Menurut Cameron menyingkirkan Triden adalah sebuah hal yang bodoh.

"Dunia tanpa nuklir adalah sesuatu yang baik dan ideal. Tapi melucuti senjata nuklir secara sepihak adalah sebuah tindakan yang naif. Musuh tidak akan melihat langkah tersebut sebagai tindakan yang bijaksana melainkan menunjukan kelemahan," tegas Cameron.
(esn)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Inggris Dilaporkan Tutup...
Inggris Dilaporkan Tutup Kedutaan Besar di Korut
Korut Kecam Sanksi Inggris...
Korut Kecam Sanksi Inggris Terkait Kamp Penjara dan Kerja Paksa
Ingin Buat Sejarah,...
Ingin Buat Sejarah, Pembelot Korea Utara 'Nyaleg' di Inggris
KGM Actyon Diluncurkan,...
KGM Actyon Diluncurkan, Inilah Tampang SUV Korea untuk Pasar Inggris
2 Negara Anggota NATO...
2 Negara Anggota NATO Ingin Buka Kembali Kedubes di Korea Utara
Berita Terkini
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
24 menit yang lalu
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
2 jam yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
4 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
5 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
9 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
10 jam yang lalu
Infografis
Inggris Saat Ini Menghadapi...
Inggris Saat Ini Menghadapi Ancaman 800 Rudal Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved