Argentina kembali ajak Inggris bahas masalah Kepulauan Falkland

Rabu, 03 April 2013 - 13:14 WIB
Argentina kembali ajak...
Argentina kembali ajak Inggris bahas masalah Kepulauan Falkland
A A A
Sindonews.com - Presiden Argentina Cristina Fernandez kembali mengajak Pemerintah Inggris untuk duduk dalam satu meja guna menentukan nasib Kepulauan Malvinas atau yang dikenal sebutan Kepulauan Falklands oleh Inggris.

Ungkapan tersebut disampaikan Fernandez dalam 31 tahun peringatakan Perang Malvinas di Puerto Madryn, selatan Ibu Kota Buenos Aires, Argentina, Selasa (2/4/2013).

"Perdamaian dan diplomasi adalah satu-satunya jalan," ungkap Fernandez. "Malvinas adalah satu-satunya pangkal masalah yang tidak hanya menjadi penyebab masalah di tingkat nasional, tapi juga masalah kedaulatan di tingkat regional, serta juga melawan praktek kolononial di tingkat global," tutur Fernandez.

Ajakan pembicaraan ini merupakan yang kedua sejak awal 2013. pada awal Januari lalu, Fernandez melayangkan sebuah surat terbuka kepada Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan diterbitkan oleh surat kabar Inggris.

Dalam surat terbuka itu, Fernandez menuduh Inggris melanggar resolusi kedua PBB dan mendesak negara itu untuk melakukan negosiasi dan mencari solusi guna menyelesaikan sengketa Kepulauan Falklands.

Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris menolak panggilan Fernandez untuk bernegosiasi. "Ada tiga pihak yang terlibat dalam perdebatan ini, bukan hanya dua seperti yang pura-pura dilakukan Argentina. Para penduduk pulau itu tidak bisa hanya ditulis dalam sejarah," kata pernyataan Kemenlu Inggris.

Berdasarkan hasil referendum yang dilakukan pada Maret lalu, sebanyak 99,8 persen penduduk pulau tersebut memberikan dukunganya pada Pemerintah Inggris.

Seperti diketahui, Kepulauan Falklands jatuh ke tangan Inggris 31 tahun lalu, setelah Inggris mengalahkan tentara Argentina. Inggris dan Argentina berperang atas pulau-pulau itu pada 1982, setelah pasukan Argentina menginvasi kepulauan tersebut.

Perang Itu berakhir 74 hari kemudian dan pasukan Inggris kembali memegang kendali setelah pertempuran yang menewaskan 649 tentara Argentina dan 255 prajurit Inggris.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Argentina Menuai...
Timnas Argentina Menuai Protes Klub Liga Inggris
Mengapa Kepulauan Falkland...
Mengapa Kepulauan Falkland Bisa Memicu Perang Argentina dan Inggris?
Inggris vs Argentina...
Inggris vs Argentina di Ajang Finalissima 2025, Ini Syaratnya
7 Negara Saling Berebut...
7 Negara Saling Berebut Kutub Selatan, Mengapa Benua Ini Begitu Penting?
4 Pemain Termahal Argentina...
4 Pemain Termahal Argentina yang Berpeluang Tampil di Indonesia: Nomor 1 Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Drawing Piala Dunia...
Drawing Piala Dunia 2022: Inggris Terhindar dari Brasil atau Argentina
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
37 menit yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
1 jam yang lalu
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
10 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
11 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
13 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
14 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved