Presiden Suriah tetapkan penjara seumur hidup bagi penculik
Selasa, 02 April 2013 - 23:39 WIB
Presiden Suriah tetapkan penjara seumur hidup bagi penculik
A
A
A
Sindonews.com – Di tengah pertikaian bersenjata yang terus berlangsung di Suriah, Presiden Bashar al-Assad mengeluarkan undang-undang baru bagi pelaku kejahatan penculikan. Seperti dilaporkan Xinhua, Selasa (2/4/2013), Assad menetapkan penjara seumur hidup bagi pelaku penculikan di negara itu.
Mengutip media Pemerintah Suriah, Xinhua melaporkan, Assad juga mengancam akan menjatuhkan hukuman mati bagi para peculik, jika korban penculikan sampai mengalami cacat permanen, pelecehan seksual atau dibunuh.
Di tengah berkecamuknya perang saudara di Suriah, penculikan adalah kasus yang kerap terjadi di negara itu. Ditemukan banyak kasus, di mana keluarga korban takut melaporkan peristiwa penculikan yang menimpa anggota keluarga mereka, karena menghindari aksi pembalasan dari kelompok-kelompok bersenjata di Suriah.
Jumlah kasus penculikan yang berujung pada permintaan uang tebusan kian meningkat di Suriah. Pelaku penculikan ditenggarai adalah geng kriminal atau kelompok-kelompok pemberontak. Target penculikan sebagian besar berasal dari keluarga kaya di Suriah.
Rata-rata penculik meminta tebusan antara USD 7.000 hingga lebih dari USD 200 ribu. Pihak berwenang Suriah menuduh pemberontak berada di balik banyak kasus penculikan untuk menuntut uang tebusan. Uang inilah yang disebut rezim Assad digunakan untuk biaya operasional kaum pemberontak.
Kubu oposisi balik menuding Pemerintah Suriah berada di balik banyak kasus penculikan. Opisis Suriah menuding rezim Assad sengaja melakukan penculikan untuk menodai perjuangan dan membuat buruk citra kubu oposisi.
Mengutip media Pemerintah Suriah, Xinhua melaporkan, Assad juga mengancam akan menjatuhkan hukuman mati bagi para peculik, jika korban penculikan sampai mengalami cacat permanen, pelecehan seksual atau dibunuh.
Di tengah berkecamuknya perang saudara di Suriah, penculikan adalah kasus yang kerap terjadi di negara itu. Ditemukan banyak kasus, di mana keluarga korban takut melaporkan peristiwa penculikan yang menimpa anggota keluarga mereka, karena menghindari aksi pembalasan dari kelompok-kelompok bersenjata di Suriah.
Jumlah kasus penculikan yang berujung pada permintaan uang tebusan kian meningkat di Suriah. Pelaku penculikan ditenggarai adalah geng kriminal atau kelompok-kelompok pemberontak. Target penculikan sebagian besar berasal dari keluarga kaya di Suriah.
Rata-rata penculik meminta tebusan antara USD 7.000 hingga lebih dari USD 200 ribu. Pihak berwenang Suriah menuduh pemberontak berada di balik banyak kasus penculikan untuk menuntut uang tebusan. Uang inilah yang disebut rezim Assad digunakan untuk biaya operasional kaum pemberontak.
Kubu oposisi balik menuding Pemerintah Suriah berada di balik banyak kasus penculikan. Opisis Suriah menuding rezim Assad sengaja melakukan penculikan untuk menodai perjuangan dan membuat buruk citra kubu oposisi.
(esn)