AS luncurkan jet tempur dari pangkalan Jepang ke Korsel
Senin, 01 April 2013 - 15:47 WIB
AS luncurkan jet tempur dari pangkalan Jepang ke Korsel
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) telah mengirimkan jet tempur F-22 ke pangkalan Angkatan Udara (AU) Korea Selatan (Korsel) di Osan, Senin (1/4/2013).
"Jet tempur F-22 meluncur dari pangkalan AU di Okinawa, Jepang untuk menunjang latihan militer "Foal Eagle" di Korsel yang akan berlangsung sampai 30 April mendatang," ungkap seorang pejabat AS kepada Foxnews.
Pengiriman jet tempur F-22 dalam latihan perang gabungan Korsel-AS bukan yang pertama kali dilakukan. Sebab, jet tempur ini rutin ikut serta dalam latihan militer gabungan tahunan kedua negara.
Namun, pengerahan jet tempur F-22 ini dipastikan akan semakin menyulut ketegangan di Semenajung Korea dan memicu provokasi lebih lanjut dari Korea Utara (Korut).
Sebelumnya, menanggapi pengiriman dua pesawat pengembom siluman B-2s yang terbang ke Korsel pada Kamis 28 Maret lalu, Pemerintah Korut mengancam akan menyerang daratan AS dan sejumlah pangkalan mereka di wilayah Asia Pasifik.
Menanggapi ancaman tersebut, militer AS di Korsel meminta pemerintah Korut untuk menahan diri. "Pemerintah Korut tidak mendapat apapun dari ancaman dan provokasi, tindakan tersebut hanya akan membuat Korut semakin terkucil dan menghancurkan upaya masyarakat internasional untuk menjamin perdamian dan stabilitas di kawasan timur laut Asia," ungkap pernyataan AS.
Sebelumnya, Chuck Hagel, Menteri Pertahanan AS mengatakan kepada pemerintah Korsel, bahwa mereka bisa mengandalkan penawaran bantuan militer AS, termasuk pertahanan nuklir, serangan konvensional, dan serangan rudal dari negara tetangga mereka.
"Jet tempur F-22 meluncur dari pangkalan AU di Okinawa, Jepang untuk menunjang latihan militer "Foal Eagle" di Korsel yang akan berlangsung sampai 30 April mendatang," ungkap seorang pejabat AS kepada Foxnews.
Pengiriman jet tempur F-22 dalam latihan perang gabungan Korsel-AS bukan yang pertama kali dilakukan. Sebab, jet tempur ini rutin ikut serta dalam latihan militer gabungan tahunan kedua negara.
Namun, pengerahan jet tempur F-22 ini dipastikan akan semakin menyulut ketegangan di Semenajung Korea dan memicu provokasi lebih lanjut dari Korea Utara (Korut).
Sebelumnya, menanggapi pengiriman dua pesawat pengembom siluman B-2s yang terbang ke Korsel pada Kamis 28 Maret lalu, Pemerintah Korut mengancam akan menyerang daratan AS dan sejumlah pangkalan mereka di wilayah Asia Pasifik.
Menanggapi ancaman tersebut, militer AS di Korsel meminta pemerintah Korut untuk menahan diri. "Pemerintah Korut tidak mendapat apapun dari ancaman dan provokasi, tindakan tersebut hanya akan membuat Korut semakin terkucil dan menghancurkan upaya masyarakat internasional untuk menjamin perdamian dan stabilitas di kawasan timur laut Asia," ungkap pernyataan AS.
Sebelumnya, Chuck Hagel, Menteri Pertahanan AS mengatakan kepada pemerintah Korsel, bahwa mereka bisa mengandalkan penawaran bantuan militer AS, termasuk pertahanan nuklir, serangan konvensional, dan serangan rudal dari negara tetangga mereka.
(esn)