Oposisi gagal sepakati keputusan hadiri konvensi internasional Suriah
Minggu, 26 Mei 2013 - 16:38 WIB
Oposisi gagal sepakati keputusan hadiri konvensi internasional Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Oposisi Suriah sejauh ini gagal menentukan sikap bersama, apakah mereka akan menghadiri konfensi internasional di Jenewa yang diprakarsai oleh Rusia dan Amerika Serikat (AS). Sejauh ini baru tiga kelompok oposisi yang menyatakan setuju untuk menghadiri pertemuan tersebut.
"Pembicaraan kami mengenai pertemuan Jenewa dua masih berada pada tahap yang sangat awal. Kami telah melakukan pertukaran pendapat, tapi kami belum membuat keputusan dan kami masih berada pada tahap awal perundingan," ungkap Khalid Saleh, juru bicara Koalisi Nasional Suriah, Sabtu (25/5/2013).
"Hari ini kami akan memperluas masalah pebahasan. Saya cukup senang mengabarkan, saat ini sudah ada tiga kelompok yang telah bergabung dengan kami. Menurut saya, hal ini adalah sebuah langkah besar, untuk pertama kalinya mereka bergabung dengan kami," imbuh Saleh.
Pada awal Mei ini, AS dan Rusia kembali menegaskan komitmen mereka untuk menyelesaikan krisis Suriah lewat jalur perundingan. Akhir Mei ini, kedua belah pihak berencana menggelar sebuah konferensi internasional untuk mendorong terbentuknya solusi politik antara pemerintah dan pemberontak Suriah.
Tapi, rencana ini belum pasti terealisasi, sebab kelompok oposisi belum satu suara.Pihak oposisi mencurigai kesungguhan niat presiden Assad, sementara itu sejumlah tokoh oposisi senior menolak menghadiri konferensi tersebut, kecuali perundingan tersebut mengagendakan kejatuhan Assad.
"Pembicaraan kami mengenai pertemuan Jenewa dua masih berada pada tahap yang sangat awal. Kami telah melakukan pertukaran pendapat, tapi kami belum membuat keputusan dan kami masih berada pada tahap awal perundingan," ungkap Khalid Saleh, juru bicara Koalisi Nasional Suriah, Sabtu (25/5/2013).
"Hari ini kami akan memperluas masalah pebahasan. Saya cukup senang mengabarkan, saat ini sudah ada tiga kelompok yang telah bergabung dengan kami. Menurut saya, hal ini adalah sebuah langkah besar, untuk pertama kalinya mereka bergabung dengan kami," imbuh Saleh.
Pada awal Mei ini, AS dan Rusia kembali menegaskan komitmen mereka untuk menyelesaikan krisis Suriah lewat jalur perundingan. Akhir Mei ini, kedua belah pihak berencana menggelar sebuah konferensi internasional untuk mendorong terbentuknya solusi politik antara pemerintah dan pemberontak Suriah.
Tapi, rencana ini belum pasti terealisasi, sebab kelompok oposisi belum satu suara.Pihak oposisi mencurigai kesungguhan niat presiden Assad, sementara itu sejumlah tokoh oposisi senior menolak menghadiri konferensi tersebut, kecuali perundingan tersebut mengagendakan kejatuhan Assad.
(esn)