Oposisi Suriah desak penyelidikan serangan senjata kimia
Kamis, 21 Maret 2013 - 18:53 WIB
Oposisi Suriah desak penyelidikan serangan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com - Tidak terima dengan tudingan yang dilontarkan oleh Pemerintah Suriah, kelompok oposisi Nasional Suriah mendesak pihak internasional untuk melakukan penyelidikan atas ledakan senjata kimia di Khan al- Assal, utara Provinsi Aleppo.
"Koalisi oposisi Suriah menuntut penyelidikan penuh dari pihak internasional dan meminta pengiriman delegasi asing untuk menyelidiki langsung lokasi kejadian," ungkap kelompok oposisi Nasional Suriah dalam sebuah surat pernyataan.
"Kami ingin semua pihak dan individu yang terlibat dalam kejahatan tercela untuk dibawa ke pengadilan," kata pernyataan kelompok oposisi Nasional Suriah
Kelompok oposisi Nasional Suriah menambahkan, semua bukti yang ada menunjukan, bahwa rezim Pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia untuk melawan rakyatnya. Menurut bukti dan gambaran yang didapat, serangan dengan menggunakan senjata kimia adalah terlarang dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Permintaan ini datang setelah dua pihak yang bertikai di Suriah saling tuding soal penggunaan senjata kimia. Pejabat Suriah mengatakan, jumlah korban tewas akibat ledakan senjata kimia tersebut bertambah 15 orang, hingga totalnya menjadi 31 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka mencapai hampir 100 orang.
Dihari yang sama, Bashar Ja'afari, Duta Besar Suriah untuk PBB mengatakan, Pemerintah Suriah meminta Sekertaris Jendral PBB Ban Ki-moon membentuk sebuah tim untuk melakukan sebuah penyelidikan secara independen dan imparsial. Tim ini diharap bisa memastikan siapa pihak yang telah menggunakan senjata kimia di Khan al-Assal, utara Provinsi Aleppo, Rabu (20/3/2013), seperti dilansir SANA, kantor berita Pemerintah Suriah.
"Koalisi oposisi Suriah menuntut penyelidikan penuh dari pihak internasional dan meminta pengiriman delegasi asing untuk menyelidiki langsung lokasi kejadian," ungkap kelompok oposisi Nasional Suriah dalam sebuah surat pernyataan.
"Kami ingin semua pihak dan individu yang terlibat dalam kejahatan tercela untuk dibawa ke pengadilan," kata pernyataan kelompok oposisi Nasional Suriah
Kelompok oposisi Nasional Suriah menambahkan, semua bukti yang ada menunjukan, bahwa rezim Pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia untuk melawan rakyatnya. Menurut bukti dan gambaran yang didapat, serangan dengan menggunakan senjata kimia adalah terlarang dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Permintaan ini datang setelah dua pihak yang bertikai di Suriah saling tuding soal penggunaan senjata kimia. Pejabat Suriah mengatakan, jumlah korban tewas akibat ledakan senjata kimia tersebut bertambah 15 orang, hingga totalnya menjadi 31 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka mencapai hampir 100 orang.
Dihari yang sama, Bashar Ja'afari, Duta Besar Suriah untuk PBB mengatakan, Pemerintah Suriah meminta Sekertaris Jendral PBB Ban Ki-moon membentuk sebuah tim untuk melakukan sebuah penyelidikan secara independen dan imparsial. Tim ini diharap bisa memastikan siapa pihak yang telah menggunakan senjata kimia di Khan al-Assal, utara Provinsi Aleppo, Rabu (20/3/2013), seperti dilansir SANA, kantor berita Pemerintah Suriah.
(esn)