Obama: Saya akan mendengar dari dua belah pihak

Jum'at, 15 Maret 2013 - 18:29 WIB
Obama: Saya akan mendengar...
Obama: Saya akan mendengar dari dua belah pihak
A A A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengaku, bahwa lawatannya ke Israel dan wilayah Palestina dimaksudkan untuk mendengar pandangan dari kedua belah pihak tentang apa langkah yang akan dilakukan, setelah lebih dari dua tahun pembicaraan damai Palestina dan Israel terhenti.

Pernyataan itu disampaikan Obama dalam sebuah wawancara eksklusif dengan televisi Israel, Channel 2. Ini adalah kunjungan pertama Obama ke Jerusalem dan Tepi Barat, setelah terpilih sebagai Presiden AS pada 2008 silam.

Selama kunjungan yang akan dimulai pada 20 Maret itu, Obama akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem. Sementara di Ramallah, Tepi Barat, Obama akan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Salam Fayyad untuk mendengar perspektif mereka tentang bagaimana cara menyelesaikan konflik dengan Israel yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

"Tujuan perjalanan saya ini adalah untuk mendengarkan. Saya berniat untuk bertemu dengan Bibi (Netanyahu) dan saya juga berniat untuk bertemu dengan Fayyad dan Abu Mazen (Abbas) guna mendengar dari mereka apa strategi mereka, apa visi mereka, dan ke mana mereka pikir ini harus pergi?" papar Obama.

Mendapati kenyataan bahwa di Israel akan terbentuk pemerintahan koalisi baru, yang dijadwalkan akan dilantik beberapa hari sebelum kunjungan tersebut, Obama menyatakan ada kemungkinan untuk melakukan terobosan baru.

Obama menekankan, Palestina dan Israel harus mengenali kepentingan sah satu sama lain. "Untuk Abu Mazen, saya akan mengatakan, bahwa mencoba untuk pergi ke pihak lain, misalnya, PBB, dan melakukan menghindari Israel, tidak akan berhasil," kata Obama, mengacu pada upaya Palestina untuk mendapatkan pengakuan PBB sebagai sebuah negara, yang telah membuat marah Israel.

"Untuk Bibi (Netanyahu), saya akan menyarankan kepadanya, bahwa ia harus memiliki minat dalam memperkuat kepemimpinan moderat di dalam Otoritas Palestina,” jelasnya.
(esn)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
40 menit yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
1 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
2 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved