Polisi Pakistan tangkap anak-anak calon pelaku pemboman
Rabu, 13 Maret 2013 - 23:49 WIB
Polisi Pakistan tangkap anak-anak calon pelaku pemboman
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Pakistan telah menangkap sekitar selusin anak yang diduga telah diperalat oleh kaum militan untuk menanam bom. “Penangkapan itu dilakukan dalam penggerebekan yang dilakukan selama 24 jam terakhir,” ujar Kepala Polisi setempat, Mir Zubair Mahmood, Rabu (13/3/2013).
Menurutnya, sebuah organisasi militan telah memikat anak-anak yang berasal dari keluarga miskin untuk meninggalkan paket berisi bom rakitan di pasar, tempat sampah, dan pada rute yang digunakan oleh polisi dan pasukan keamanan.
“Kaum militan sengaja memilih anak-anak, karena mereka mengetahui bahwa polisi tidak akan menduga anak-anak kecil atau pengumpul sampah akan meletakan bom. Beberapa dari anak-anak itu tidak tahu apa yang terkandung dalam paket yang mereka bawa dan apa yang mereka lakukan," kata Mahmood dalam konferensi pers di Kota Quetta, Provinsi Baluchistan.
"Mereka mengatakan, mereka senang akan mendapatkan sejumlah kecil uang untuk menjatuhkan paket di lokasi yang ditentukan oleh kaum militan,” lanjutnya. Beberapa anak laki-laki yang berusia antara 10 hingga 17, mengaku telah terlibat dalam sekitar selusin ledakan di kota, termasuk pemboman dekat kendaraan korps paramiliter di perbatasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Baluchistan telah dilanda pemberontakan yang menuntut otonomi politik dan pembagian keuntungan lebih besar dari kekayaan provinsi sumber daya minyak, gas dan mineral alam.
Provinsi ini juga menjadi fokus kekerasan sektarian. Kota Quetta telah terpukul oleh dua aksi pemboman besar pada tahun ini yang menargetkan minoritas Syiah dan telah menewaskan hampir 200 orang.
Menurutnya, sebuah organisasi militan telah memikat anak-anak yang berasal dari keluarga miskin untuk meninggalkan paket berisi bom rakitan di pasar, tempat sampah, dan pada rute yang digunakan oleh polisi dan pasukan keamanan.
“Kaum militan sengaja memilih anak-anak, karena mereka mengetahui bahwa polisi tidak akan menduga anak-anak kecil atau pengumpul sampah akan meletakan bom. Beberapa dari anak-anak itu tidak tahu apa yang terkandung dalam paket yang mereka bawa dan apa yang mereka lakukan," kata Mahmood dalam konferensi pers di Kota Quetta, Provinsi Baluchistan.
"Mereka mengatakan, mereka senang akan mendapatkan sejumlah kecil uang untuk menjatuhkan paket di lokasi yang ditentukan oleh kaum militan,” lanjutnya. Beberapa anak laki-laki yang berusia antara 10 hingga 17, mengaku telah terlibat dalam sekitar selusin ledakan di kota, termasuk pemboman dekat kendaraan korps paramiliter di perbatasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Baluchistan telah dilanda pemberontakan yang menuntut otonomi politik dan pembagian keuntungan lebih besar dari kekayaan provinsi sumber daya minyak, gas dan mineral alam.
Provinsi ini juga menjadi fokus kekerasan sektarian. Kota Quetta telah terpukul oleh dua aksi pemboman besar pada tahun ini yang menargetkan minoritas Syiah dan telah menewaskan hampir 200 orang.
(esn)