Korsel tolak ancaman perang Korut
Selasa, 12 Maret 2013 - 19:37 WIB
Korsel tolak ancaman perang Korut
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) menepis ancaman aksi militer berulang yang dilontarkan Korea Utara (Korut),Selasa (12/3/2013).
"Korut secara konsisten telah mengelurkan peringatan retorika ancaman provokasi," ungkap Kim Min-seok, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korsel seperti dilansir Xinhua.
"Ancaman tersebut merupakan sebuah taktik untuk menciptakan sebuah tekanan psikologis pada Korsel," imbuh Min-seok.
Min-seok mengatakan, Korsel melihat langkah tersebut sebagai upaya untuk menopang dukungan domestik dan menekan Korsel dan Amerika Serikat untuk merubah kebijakan mereka terhadap Korut. "Mereka sengaja menciptakan suasana seperti perang, padahal saat ini tidak ada indikasi bahwa negara itu tengah mempersiapkan uji coba nuklir ataupun rudal terbaru," terang Min-seok.
Pernyataan itu disampaikan ditengah ketegangan situasi di Semenanjung Korea, saat Korsel dan AS berniat menggelar latihan militer gabungan. Di mana Korsel, melihat rencana tersebut langkah untuk menginvasi mereka.
Korut telah menyatakan kalau mereka akan membatalkan kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara yang disepakati pada 1953 silam, jika Korsel tetap menggelar latihan perang selama dua bulan dengan AS. Sementara, militer Korsel menegaskan, bahwa mereka akan membalas setiap serangan yang dilancarkan Korut, jika negara komunis itu benar-benar melancarkan serangan.
"Korut secara konsisten telah mengelurkan peringatan retorika ancaman provokasi," ungkap Kim Min-seok, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korsel seperti dilansir Xinhua.
"Ancaman tersebut merupakan sebuah taktik untuk menciptakan sebuah tekanan psikologis pada Korsel," imbuh Min-seok.
Min-seok mengatakan, Korsel melihat langkah tersebut sebagai upaya untuk menopang dukungan domestik dan menekan Korsel dan Amerika Serikat untuk merubah kebijakan mereka terhadap Korut. "Mereka sengaja menciptakan suasana seperti perang, padahal saat ini tidak ada indikasi bahwa negara itu tengah mempersiapkan uji coba nuklir ataupun rudal terbaru," terang Min-seok.
Pernyataan itu disampaikan ditengah ketegangan situasi di Semenanjung Korea, saat Korsel dan AS berniat menggelar latihan militer gabungan. Di mana Korsel, melihat rencana tersebut langkah untuk menginvasi mereka.
Korut telah menyatakan kalau mereka akan membatalkan kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara yang disepakati pada 1953 silam, jika Korsel tetap menggelar latihan perang selama dua bulan dengan AS. Sementara, militer Korsel menegaskan, bahwa mereka akan membalas setiap serangan yang dilancarkan Korut, jika negara komunis itu benar-benar melancarkan serangan.
(esn)