Italia: 2 Marinir pembunuh nelayan tidak akan kembali ke India

Selasa, 12 Maret 2013 - 15:23 WIB
Italia: 2 Marinir pembunuh...
Italia: 2 Marinir pembunuh nelayan tidak akan kembali ke India
A A A
Sindonews.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Italia mengatakan, dua marinir Italia yang menghadapi tuntutan dugaan pembunuhan dua orang nelayan lokal India, akan tetap berada di Italia setelah pemilu Italia berlangsung akhir bulan lalu, Senin (11/3/2013).

"Italia telah menginformasikan kepada Pemerintah India, mengingat inisiasi formal sengketa internasional antara India dan Italia, anggota marinir Massimiliano Latorre dan Salvatore Girone tidak akan kembali ke India, setelah izin yang diberikan pemerintah India berakhir," ungkap Kemenlu Itali dalam sebuah pernyataan, sepeti dilansir Xinhua.

"Pemerintah Italia meyakini, bahwa tindakan Pemerintah India yang telah menahan dua orang marinir Italia telah melanggar hukum internasional. Mengingat kurangnya respon yang diberikan oleh Pemerintah India untuk menanggapi permintaan Pemerintah Italia untuk bekerja sama. Pemerintah Italia akan membiarkan kasus ini terbuka dan menyerahkan pada pihak internasional untuk menilai kasus ini," imbuh pernyataan Kemenlu Italia.

Seperti diketahui, bulan lalu Mahkamah Agung India mengizinkan dua marinir yang telah membunuh dua nelayan lokal India untuk pulang ke tanah air selama empat pekan. Para marinir tersebut akan menggunakan hak pilihnya dan berjanji kembali 4 pekan kemudian. Selain itu, Mahkamah Agung India juga mengizinkan mereka untuk kembali ke Italia saat liburan natal dan kembali ke India setelah liburan berakhir.

Latorre dan Girone ditangkap pada 19 Februari 2012 lalu karena menembak mati dua nelayan India dari kapal pedagang Enrica Lexie di pantai selatan India. Keduanya mengira nelayan tersebut sebagai bajak laut. Akibat insiden ini, mencuat perselisihan diplomatik antara Pemerintah Italia dan Italia yang sebenarnya memiliki hubungan yang sangat baik.

Di satu sisi Italia mengatakan, kasus ini harus diselesaikan oleh pengadilan Roma. Sebab, insiden tersebut terjadi di perairan internasional. Sementara India mengatakan, keduanya harus diadili di bawah hukum India, karena penembakan terjadi di wilayah perairan mereka.
(esn)
Berita Terkait
Lebih dari 100 Penumpang...
Lebih dari 100 Penumpang Pesawat Carter Italia Positif COVID-19
Positif COVID-19, 13...
Positif COVID-19, 13 Penumpang Pesawat Carter Kabur dari Karantina
Pertemuan Jokowi dan...
Pertemuan Jokowi dan PM Italia Meloni, Minta Dukungan Keanggotaan Indonesia di OECD
Fokus Kesehatan Publik,...
Fokus Kesehatan Publik, Perancis, India, dan Italia Perpanjang Lockdown
Kasus Corona di India...
Kasus Corona di India Sudah Melebihi Italia Saat Lockdown Longgar
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Berita Terkini
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
19 menit yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
1 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
2 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
3 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
4 jam yang lalu
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved