5 orang tewas dalam ledakan bom di Afghanistan
Selasa, 12 Maret 2013 - 13:13 WIB
5 orang tewas dalam ledakan bom di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom meledak di Provinsi Helmand, wilayah selatan Afghanistan, Senin, (12/3/2013) malam waktu setempat. Pejabat setempat mengatakan, ledakan tersebut menewaskan lima orang.
"Sebuah traktor yang membawa sejumlah warga sipil tiba-tiba meledak di daerah Saghaz, Khanishin, Provinsi Helmand pukul 6.30 malam. Ledakan yang dipucu oleh bahan peledak rakitan itu memicu suara ledakan yang kuat hingga menyebabkan lima orang tewas, termasuk seorang wanita," ungkap Shah Mahmood, Kepala Distrik Khanishin.
Mahmood mengatakan, seorang berada dalam kondisi kritis akibat sebuah ledakan bom yang juga terjadi di selatan wilayah Ibu Kota Kabul.
Menurut laporan PBB yang diliris Februari lalu, jumlah warga sipil yang tewas dalam aksi kekerasan sepanjang 2012 di Afghanistan menurun dibandingkan 2011.
Penurunan terjadi sebanyak 12 persen, dari 4.805 menjadi 2.754 warga sipil. Di mana 868 orang diantaranya tewas akibat serangan bom.
Laporan tesebut mengatakan, 81 persen kematian warga sipil di Afghanistan disebabkan serangan kelompok gerilyawan Taliban dan sejumlah kelompok bersenjata lainnya yang menentang Pemerintah Afghanistan. Sementara 8 persen lainnya terkait dengan rencana pembunuhan pasukan Afghanistan, sedangkan 11 persen lainnya terkait dengan rencana pemebunuhan pasukan NATO.
"Sebuah traktor yang membawa sejumlah warga sipil tiba-tiba meledak di daerah Saghaz, Khanishin, Provinsi Helmand pukul 6.30 malam. Ledakan yang dipucu oleh bahan peledak rakitan itu memicu suara ledakan yang kuat hingga menyebabkan lima orang tewas, termasuk seorang wanita," ungkap Shah Mahmood, Kepala Distrik Khanishin.
Mahmood mengatakan, seorang berada dalam kondisi kritis akibat sebuah ledakan bom yang juga terjadi di selatan wilayah Ibu Kota Kabul.
Menurut laporan PBB yang diliris Februari lalu, jumlah warga sipil yang tewas dalam aksi kekerasan sepanjang 2012 di Afghanistan menurun dibandingkan 2011.
Penurunan terjadi sebanyak 12 persen, dari 4.805 menjadi 2.754 warga sipil. Di mana 868 orang diantaranya tewas akibat serangan bom.
Laporan tesebut mengatakan, 81 persen kematian warga sipil di Afghanistan disebabkan serangan kelompok gerilyawan Taliban dan sejumlah kelompok bersenjata lainnya yang menentang Pemerintah Afghanistan. Sementara 8 persen lainnya terkait dengan rencana pembunuhan pasukan Afghanistan, sedangkan 11 persen lainnya terkait dengan rencana pemebunuhan pasukan NATO.
(esn)