Menhan Perancis: Akhir Maret, kami ambil alih semua wilayah
Senin, 11 Maret 2013 - 22:57 WIB
Menhan Perancis: Akhir Maret, kami ambil alih semua wilayah
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan Perancis dan Chad berharap, pada akhir Maret mendatang mereka sudah bisa mengamankan wilayah timur laut Mali yang merupakan basis militan Islam. Demikian ditegaskan oleh Menteri Pertahanan Perancis, Jean-Yves Le Drian, Senin (11/3/2013).
Penyataan Le Drian ini sejalan dengan rencana Perancis yang akan mengurangi intesitas gempuran mereka, setelah delapan pekan melakukan invasi di Mali. Rencananya, Perancis akan menyerahkan tanggung jawab pada pasukan gabungan Afrika.
"Kami mengambil kembali wilayah ini meter demi meter. Pasti akan ada pertempuran dan aksi kekerasan lainnya. Tiga pekan dari sekarang, jika semuanya berjalan seperti yang direncanakan, kita akan mengambil alih semua wilayah ini," kata Le Drian dalam sebuah wawancara dengan media Perancis, Le Monde.
Menurut Le Drian, pihaknya akan memburu setiap anggota militan. “Keamanan secara keseluruhan akan dipulihkan. Saya akan memberitahu Anda, bahwa kami akan memburu mereka, sampai ke orang terakhir," tandasnya.
Beberapa waktu lalu, pasukan Perancis dan Chad mengaku telah menemukan timbunan amunisi di daerah yang pernah diduduki kaum militan Mali. Sementara komandan pasukan Chad mengaku, bahwa pasukan mereka telah berhasil menewaskan dua pemimpin militan yang terkait dengan jaringan al-Qaeda, Abdelhamid Abou Zeid dan Mokhtar Belmokhtar.
Penyataan Le Drian ini sejalan dengan rencana Perancis yang akan mengurangi intesitas gempuran mereka, setelah delapan pekan melakukan invasi di Mali. Rencananya, Perancis akan menyerahkan tanggung jawab pada pasukan gabungan Afrika.
"Kami mengambil kembali wilayah ini meter demi meter. Pasti akan ada pertempuran dan aksi kekerasan lainnya. Tiga pekan dari sekarang, jika semuanya berjalan seperti yang direncanakan, kita akan mengambil alih semua wilayah ini," kata Le Drian dalam sebuah wawancara dengan media Perancis, Le Monde.
Menurut Le Drian, pihaknya akan memburu setiap anggota militan. “Keamanan secara keseluruhan akan dipulihkan. Saya akan memberitahu Anda, bahwa kami akan memburu mereka, sampai ke orang terakhir," tandasnya.
Beberapa waktu lalu, pasukan Perancis dan Chad mengaku telah menemukan timbunan amunisi di daerah yang pernah diduduki kaum militan Mali. Sementara komandan pasukan Chad mengaku, bahwa pasukan mereka telah berhasil menewaskan dua pemimpin militan yang terkait dengan jaringan al-Qaeda, Abdelhamid Abou Zeid dan Mokhtar Belmokhtar.
(esn)