Al-Qaeda klaim bunuh tentara Suriah di Irak
Senin, 11 Maret 2013 - 22:52 WIB
Al-Qaeda klaim bunuh tentara Suriah di Irak
A
A
A
Sindonews.com - Al-Qaeda mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 48 tentara dan pegawai Pemerintah Suriah di Irak, pekan lalu.
Menurut al-Qaeda, keberadaan tentara Suriah di Irak adalah bukti kolusi antara kaum Syiah yang memimpin Pemerintahan di Baghdad dan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Detasemen militer berhasil memusnahkan seluruh satu kompi tentara Safawi," sebut pernyataan sayap al Qaeda Irak, dalam sebuah pernyataan yang diposting secara on line. Kata Safawi mengacu pada dinasti Syiah yang memerintah Iran sejak abad 16 hingga 18.
Serangan ini terjadi di provinsi Anbar, Irak, dekat dengan persimpangan perbatasan Suriah, Irak, dan Turki. Laporan sebelumnya mengatakan, tentara pemerintah Suriah yang terluka sedang dikawal kembali masuk ke Suriah, setelah sebelumnya bersembunyi di sisi perbatasan Irak.
Serangan ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah satunya Rusia. "Ini tindak pidana di wilayah Irak yang dirasakan dengan kemarahan di Moskow," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich.
"Hal ini sangat buruk, bahwa konflik internal Suriah telah mulai menyebar ke luar negeri dan menciptakan ancaman langsung terhadap keamanan negara-negara tetangga,” lanjutnya.
Menurut al-Qaeda, keberadaan tentara Suriah di Irak adalah bukti kolusi antara kaum Syiah yang memimpin Pemerintahan di Baghdad dan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Detasemen militer berhasil memusnahkan seluruh satu kompi tentara Safawi," sebut pernyataan sayap al Qaeda Irak, dalam sebuah pernyataan yang diposting secara on line. Kata Safawi mengacu pada dinasti Syiah yang memerintah Iran sejak abad 16 hingga 18.
Serangan ini terjadi di provinsi Anbar, Irak, dekat dengan persimpangan perbatasan Suriah, Irak, dan Turki. Laporan sebelumnya mengatakan, tentara pemerintah Suriah yang terluka sedang dikawal kembali masuk ke Suriah, setelah sebelumnya bersembunyi di sisi perbatasan Irak.
Serangan ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah satunya Rusia. "Ini tindak pidana di wilayah Irak yang dirasakan dengan kemarahan di Moskow," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich.
"Hal ini sangat buruk, bahwa konflik internal Suriah telah mulai menyebar ke luar negeri dan menciptakan ancaman langsung terhadap keamanan negara-negara tetangga,” lanjutnya.
(esn)