Thailand minta bantuan Malaysia untuk kontak kaum separatis
Selasa, 26 Februari 2013 - 22:27 WIB
Thailand minta bantuan Malaysia untuk kontak kaum separatis
A
A
A
Sindonews.com – Thailand meminta bantuan Malaysia untuk menjalin kontak dengan kaum pemberontak di wilayah selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia.
Permintaan ini akan disampaikan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang dijadwalkan bertemu dengan PM Malaysia, Najib Razak, di Kuala Lumpur, Kamis 28 Februari.
"Ada kelompok-kelompok pemberontak yang beroperasi di Malaysia dan Thailand, yang ingin berbicara dengan pemerintah Thailand,” kata Paradorn Pattanathabutr, Sekjen Dewan Keamanan Nasional Thailand (NSC), kepada Reuters, Selasa (26/2/2013). "Kami ingin Malaysia untuk memfasilitasi pembicaraan tersebut," lanjutnya.
Pembicaraan antara Otoritas Thailand dengan kaum separatis diharap bisa mengakhiri pemberontakan yang sudah berlangsung selama sembilan tahun dan menyebabkan 5.000 jiwa melayang.
"Pihak militer telah memiliki kontak teratur dengan Malaysia. Kami tidak terlibat pada pertemuan Kamis, karena ini adalah inisiatif pemerintah," jelas Udomchai Thammasarorat, Komandan Tentara Divisi ke-4 di selatan Thailand, kepada Reuters. "Strategi militer kami jelas dan kami membuat kemajuan dalam penyelesaian konflik," tambahnya.
Permintaan ini akan disampaikan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang dijadwalkan bertemu dengan PM Malaysia, Najib Razak, di Kuala Lumpur, Kamis 28 Februari.
"Ada kelompok-kelompok pemberontak yang beroperasi di Malaysia dan Thailand, yang ingin berbicara dengan pemerintah Thailand,” kata Paradorn Pattanathabutr, Sekjen Dewan Keamanan Nasional Thailand (NSC), kepada Reuters, Selasa (26/2/2013). "Kami ingin Malaysia untuk memfasilitasi pembicaraan tersebut," lanjutnya.
Pembicaraan antara Otoritas Thailand dengan kaum separatis diharap bisa mengakhiri pemberontakan yang sudah berlangsung selama sembilan tahun dan menyebabkan 5.000 jiwa melayang.
"Pihak militer telah memiliki kontak teratur dengan Malaysia. Kami tidak terlibat pada pertemuan Kamis, karena ini adalah inisiatif pemerintah," jelas Udomchai Thammasarorat, Komandan Tentara Divisi ke-4 di selatan Thailand, kepada Reuters. "Strategi militer kami jelas dan kami membuat kemajuan dalam penyelesaian konflik," tambahnya.
(esn)