PM Bulgaria mengundurkan diri

Kamis, 21 Februari 2013 - 16:49 WIB
PM Bulgaria mengundurkan...
PM Bulgaria mengundurkan diri
A A A
Sindonews.com - Pemerintahan Bulgaria pimpinan Perdana Menteri Boyko Borisov menjadi korban terakhir gelombang krisis ekonomi Eropa, setelah kemarin mereka menyatakan mengundurkan diri di tengah maraknya demonstrasi massal terkait kebijakan penghematan dan tingginya tarif listrik.

Banyak warga Bulgaria yang kecewa berat atas tingginya harga listrik, monopoli energi, rendahnya standar kehidupan, dan korupsi di negara termiskin di Uni Eropa itu. Mereka kemudian turun ke jalan dan pada Selasa malam (19/2) waktu setempat, mereka terlibat bentrokan dengan polisi. Unjuk rasa yang diikuti puluhan ribu warga itu sudah dimulai sejak Minggu (17/2).

Borisov sebenarnya sudah berusaha meredam unjuk rasa itu dengan memecat menteri keuangan, berjanji menurunkan harga listrik, dan menghukum perusahaan asing. Namun, langkah itu gagal meredam kekecewaan warga.

“Kami memiliki martabat dan kehormatan. Ini adalah orang-orang yang menempatkan kita dalam kekuasaan,dan hari ini kami mengembalikannya pada mereka,”kata Borisov kepada parlemen saat mengumumkan pengunduran diri, kemarin, dikutip AFP. “Saya tidak akan berpartisipasi dalam pemerintahan di mana polisi memukuli rakyat.”

Borisov, mantan pengawal diktator komunis Bulgaria Todor Zhivkov, sekarang bisa berusaha membentuk pemerintahan baru dengan memanfaatkan posisi kuat partainya, GERB,di parlemen. Tapi kalau gagal, dia bisa memajukan pemilu yang dijadwalkan pada Juli.

Bulgaria menaikkan tarif listrik—yang sebenarnya sensitif secara politik karena tagihannya memakan sebagian besar pendapatan warga— hingga 13% pada Juli lalu. Namun, dampak nyatanya tidak terasa sampai perumahan menggunakan listrik untuk pemanas pada musim dingin.
(esn)
Berita Terkait
Jelang Final FIFA Series:...
Jelang Final FIFA Series: Timnas Indonesia vs Bulgaria, Garuda Lawan Spesial
Gua Utroba di Bulgaria,...
Gua Utroba di Bulgaria, Kuil Suci yang Bentuknya Mirip Kelamin Wanita
Diduga Jadi Mata-mata,...
Diduga Jadi Mata-mata, Bulgaria Usir 2 Diplomat Rusia
Dubes Sri Astari Dianugerahi...
Dubes Sri Astari Dianugerahi Bintang Penghargaan oleh Presiden Bulgaria
Libas Bulgaria, Swiss...
Libas Bulgaria, Swiss Awali Kampanye Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan Cemerlang
Hormat Ala Nazi Guncang...
Hormat Ala Nazi Guncang Parlemen Uni Eropa
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
2 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
3 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
4 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
5 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
6 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
7 jam yang lalu
Infografis
Jadi Target Rudal Houthi,...
Jadi Target Rudal Houthi, Kapal Induk AS Terpaksa Melarikan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved