UE beri lampu hijau untuk kirim pasukan ke Mali
Selasa, 19 Februari 2013 - 20:59 WIB
UE beri lampu hijau untuk kirim pasukan ke Mali
A
A
A
Sindonews.com - Uni Eropa (UE) secara resmi telah memberikan lampu hijau terkait pengiriman 500 tentara ke Mali untuk membantu upaya tentara Prancis melawan pemberontak di wilayah utara Mali, Senin (18/2/2013).
Keputusan tersebut datang, setelah sejumlah Menteri Luar Negeri negara-negara anggota UE menyetujui tahap akhir Tentara Pelatihan UE (EUTM)
"EUTM akan menjadi misi penting yang besar dalam mendukung pasukan Mali," ungkap Catherine Ashton, Kepala kebijakan Luar Negeri UE, seperti dilansir Presstv, Senin (18/2/2013).
Beberapa negara anggota UE, termasuk Norwegia, telah menyepakati UETM dengan anggaran sebesar 12,3 juta Euro, dengan pembiayaan kebutuhan yang bersumber dari pemerintah masing-masing.
Menurut kabar yang beredar, kelompok pertama unit militer UE yang terdiri dari 70 personel telah tiba di wilayah Afrika Barat sejak 10 hari yang lalu.
Seperti diketahui, pada januari lalu, Pemerintah Mali telah meminta bantuan militer pada pemerintah Prancis untuk melawan militan di wilayah utara Mali. Pasalnya, militer Mali gagal mempertahankan wilayah Konna, 600 km dari Ibu Kota Bamako.
Sebelumnya, DK PBB mendesak semua anggota PBB untuk segera memberikan bantuan kepada militer Mali guna mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok teroris dan sejumlah kelompok separatis terkait al-Qaeda.
Keputusan tersebut datang, setelah sejumlah Menteri Luar Negeri negara-negara anggota UE menyetujui tahap akhir Tentara Pelatihan UE (EUTM)
"EUTM akan menjadi misi penting yang besar dalam mendukung pasukan Mali," ungkap Catherine Ashton, Kepala kebijakan Luar Negeri UE, seperti dilansir Presstv, Senin (18/2/2013).
Beberapa negara anggota UE, termasuk Norwegia, telah menyepakati UETM dengan anggaran sebesar 12,3 juta Euro, dengan pembiayaan kebutuhan yang bersumber dari pemerintah masing-masing.
Menurut kabar yang beredar, kelompok pertama unit militer UE yang terdiri dari 70 personel telah tiba di wilayah Afrika Barat sejak 10 hari yang lalu.
Seperti diketahui, pada januari lalu, Pemerintah Mali telah meminta bantuan militer pada pemerintah Prancis untuk melawan militan di wilayah utara Mali. Pasalnya, militer Mali gagal mempertahankan wilayah Konna, 600 km dari Ibu Kota Bamako.
Sebelumnya, DK PBB mendesak semua anggota PBB untuk segera memberikan bantuan kepada militer Mali guna mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok teroris dan sejumlah kelompok separatis terkait al-Qaeda.
(esn)