Assad: Masa depan Suriah milik kami
Selasa, 19 Februari 2013 - 16:34 WIB
Assad: Masa depan Suriah milik kami
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah Bashar al- Assad menyatakan bahwa dia yakin tentara Suriah akan menjadi pemenang dalam konflik Suriah, Senin (18/2/2013). Ungkapan Assad tersebut disampaikan dalam harian As-Safir, Lebanon setelah Assad melakukan pertemuan dengan seorang politisi Lebanon.
Dalam pertemuan tersebut Assad mengatakan bahwa masa depan Suriah ada di pihaknya. "Kami yakin akan menang. Kami yakin dengan perkembangan politik dan militer saat ini," ungkap Assad seperti dikutip oleh politisi Lebanon.
"Kami yakin masa depan Suriah adalah milik kami. Suriah memiliki kemauan untuk mengalahkan segala bentuk konspirasi," kata Assad seperti dilansir Naharnet, Selasa (19/2/2013).
"Loyalitas militer terhadap rezim pemerintah Suriah mewakili wayoritas tentara Suriah." imbuh Assad.
Sementara itu, PBB telah menyusun daftar nama-nama yang dianggap telah melakukan kejahatan perang dalam konflik bersenjata selama 23 bulan di Suriah. Perang saudara itu sendiri diyakini telah menelan 70 ribu korban jiwa.
Menurut tim penyidik PBB yang terdiri dari 24 orang itu, pihak yang bertikai di Suriah telah melakukan pembunuhan dan penyiksaan, serta menyebarkan teror di kalangan warga sipil dalam konflik yang berlangsung selama hampir dua tahun. Kesimpulan ini didapat para peneliti PBB berdasarkan 445 wawancara yang dilakukan di luar negeri pada para korban dan saksi perang saudara di Suriah.
Wawancara terpaksa dilakukan di luar negeri, lantaran hingga kini pemerintah Suriah masih belum mengizinkan peneliti PBB untuk masuk ke negara itu. Tim independen PBB yang dipimpin peneliti Brasil, Paulo Pinheiro, telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak guna memastikan akuntabilitas pelanggaran berat. Salah satu tindakan yang dianjurkan adalah dengan merujuk para tersangka ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Dalam pertemuan tersebut Assad mengatakan bahwa masa depan Suriah ada di pihaknya. "Kami yakin akan menang. Kami yakin dengan perkembangan politik dan militer saat ini," ungkap Assad seperti dikutip oleh politisi Lebanon.
"Kami yakin masa depan Suriah adalah milik kami. Suriah memiliki kemauan untuk mengalahkan segala bentuk konspirasi," kata Assad seperti dilansir Naharnet, Selasa (19/2/2013).
"Loyalitas militer terhadap rezim pemerintah Suriah mewakili wayoritas tentara Suriah." imbuh Assad.
Sementara itu, PBB telah menyusun daftar nama-nama yang dianggap telah melakukan kejahatan perang dalam konflik bersenjata selama 23 bulan di Suriah. Perang saudara itu sendiri diyakini telah menelan 70 ribu korban jiwa.
Menurut tim penyidik PBB yang terdiri dari 24 orang itu, pihak yang bertikai di Suriah telah melakukan pembunuhan dan penyiksaan, serta menyebarkan teror di kalangan warga sipil dalam konflik yang berlangsung selama hampir dua tahun. Kesimpulan ini didapat para peneliti PBB berdasarkan 445 wawancara yang dilakukan di luar negeri pada para korban dan saksi perang saudara di Suriah.
Wawancara terpaksa dilakukan di luar negeri, lantaran hingga kini pemerintah Suriah masih belum mengizinkan peneliti PBB untuk masuk ke negara itu. Tim independen PBB yang dipimpin peneliti Brasil, Paulo Pinheiro, telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak guna memastikan akuntabilitas pelanggaran berat. Salah satu tindakan yang dianjurkan adalah dengan merujuk para tersangka ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
(esn)